Motivation Story: Selalu berfikir positif.


Saya tidak tau kisah ini nyata atau tidak, tetapi ini sangat menginspirasi saya. Saya menyadari bahwa berfikir positif itu adalah pilihan. Memiliki perasaan positif  itu adalah pilihan. Dan bertindak positif itu adalah pilihan.

***

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. Jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?”

Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada seseorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya.”

“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.

Kamu memilih bagaimana orang-orang di sekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata.

Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?”

Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

“Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”

“Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, “Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’.

“Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”

“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya.

“Di sana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. “Ya” jawabku.

Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak,

“Peluru!”

Di tengah tertawa mereka, aku katakan, “Aku memilih untuk hidup, Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.

Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Memang, motivasi bukanlah segalanya untuk beraktivitas, saya sangat sepakat itu. Tetapi saya juga sepakat bahwa segala yang kita lakukan berawal dari apa motif atau motivasinya.    Jadi jika kita ingin selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu, temukanlah apa yang menjadi motivasi terkuat bagi kita. Ada juga yang mengatakan bahwa segala sesuatu perbuatan itu tergantung niatnya. Temukanlah niat yang tepat dan kuat agar kita selalu bersemangat.

***

Semoga bermanfaat…

Meyakini Manfaat Meningkatkan Motivasi


Dalam Buku Quantum Learning karya Boby De Potter yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, ada satu cara untuk menemukan motivasi untuk belajar atau bisa juga kita katakan untuk melakukan sesuatu adalah dengan menemukan manfaat dari yang akan kita lakukan. Biasanya dengan menanyakan pertanyaan AMBAK pada diri sendiri. AMBAK adalah akronim dari Apa Manfaatnya BAgi Ku.

Dengan menemukan dan meyakini manfaat dari suatu pekerjaan, kita jadi meyakini bahwa yang kita lakukan tidak akan sia-sia sehingga kita lebih termotivasi untuk melakukannya. Semangat kita tidak akan kendur. Ini sama juga dengan mencari sisi positif terlebih dahulu maka secara disadari atau tidak, kita akan menerimanya dan akan melakukannya.

Tidak semua orang dapat meyakini manfaat ini dengan mudah walaupun ia telah mengetahuinya. Karena saat ini hampir segalanya di nilai dengan materi. Padahal manfaat tidak harus berupa uang tapi memiliki makna yang sangat luas sekali. Manfaat bisa berupa ilmu, persahabatan, pengetahuan, kasih sayang dan sebagainya. Intinya adalah menemukan dan meyakini manfaat yang kita peroleh dari setiap yang akan kita lakukan sehingga kita lebih termotivasi. Bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan karena kita jadi tahu bahwa kita tidak melakukan sesuatu yang sia-sia. Sehingga terjadi peningkatan diri baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Maka, bila Anda ingin bersemangat dalam hidup Anda cari dan temukan sendiri motivasi terkuat Anda. Tanyakan pada diri Anda kenapa harus melakukan ini? Kenapa harus melakukan itu? Untuk  siapa  Anda berusaha dan untuk apa hidup Anda?  Lakukanlah demi kebahagian Anda dan kebahagian orang-orang yang menyayangi Anda.

Buat diri Anda termotivasi. Karena orang yang termotivasi semangat juangnya tinggi, energinya besar, daya tahannya meningkat dan sulit untuk dikalahkan.

Cara memelihara sikap mental positif


Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menyampaikan beberapa kiat agar kita dapat mempertahankan pikiran positif kita 🙂
Memang sangat susah membangun maupun menanamkan sikap mental positif pada diri kita. Paling tidak pada awalnya bila belum terbiasa dengan sikap mental yang positif. Karena banyak sekali faktor-faktor (noise) mempengaruhi setiap tindakan atau sikap yang kita lakukan. Lalu bagaimana caranya? Mungkin itu yang anda fikirkan. Tips berikut ini mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk selalu berpikiran positif.

1. Bergaul dengan lingkungan yang positif

Dalam kehidupan ini ada yang namanya hukun alam atau yang disebut juga Sunatullah, termasuk dalam hal hubungan sosial kita dengan orang lain. Ada yang namanya hukum tarik-menarik atau hukum ketertarikan, begitu juga sifat manusia. Yang saya maksudkan adalah sifat seseorang dan oranglain akan selalu saling mempengaruhi. Terlepas itu sifat baik atau sifat buruk, tergantung karakter mana yang lebih kuat. Bila kita memiliki karakter yang kuat lalu masuk dalam lingkungan yang lemah, maka kita akan menguatkan yang lemah. Tetapi bila kita belum kuat, kita akan terbawa semakin lemah dan sering kita tidak sadar kalau kita terpengaruh. Sepertinya berjalan secara alami begiu saja.

Begitupun sebaliknya. Bila kita lemah atau belum begitu kuat, lalu  kita masuk ke dalam lingkungan yang kuat maka kita akan semakin kuat. Karena hukumnya kita mempengaruhi atau kita dipengaruhi.

Cara termudah bagi anda untuk selalu berfikiran atau memiliki sikap mental positif adalah bergaul dengan orang orang yang memiliki sikap mental positif pula. Tanpa anda sadari pikiran anda akan terjaga dari hal-hal yang negatif dan lambat laun kita akan terbiasa untuk selalu befikir positif. Istilahnya mungkin sudah Anda dengar sebelumnya “Kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan kecripatan harumnya dan kalau kita bergaul dengan pandai besi, kita akan kecripatan juga bau gosongnya.” Tapi bukan bermaksud merendahkan profesi pandai besi lho!

Lalu bagaimana kalau kita tidak bisa meninggalkan lingkungan kita yang negatif. Bagaimanapun caranya kita harus tetap memiliki lingkungan yang positif. Keseimbangan harus dijaga. Jika memang lingkungan negatif tidak bisa benar-benar ditinggalkan, maka Anda harus mengatur alokasi waktu Anda untuk berada dilingkungan yang positif harus Anda perbanyak. Agar pengaruh positif tetap lebih banyak dari pengaruh negatif. Ketika anda masuk ke lingkungan yang negatif, besar sekali kemungkinannya nilai-nilai positif Anda akan tereduksi. Untuk itu dilain waktu kita perlu kembali ke lingkungan yang positif untuk mengembalikan yang tereduksi tadi. Ibarat handphone harus di recharge lagi. Jangan terlalu sombong, merasa sudah kuat sehingga merasa tidak perlu lagi untuk selalu memperkuat diri Anda.

Sekeras kerasnya batu bila ditetesi air terus menerus, lambat laun akan berlubang juga. Kecuali ada yang menutupinya.


2.
Perkaya diri dengan input yang positif

Ada satu kalimat yang saya sukai untuk menggambarkan watak seseorang. “Teko hanya mengeluarkan isi teko apa adanya. Bila isinya kopi maka akan keluar kopi dan bila isinya susu maka akan keluar susu pula” anda tahu maksudnya bukan? Ya… tidak mungkin teko yang diisi dengan air putih biasa akan mengeluar teh manis. Artinya, apa yang dikeluarkan tergantung apa yang dimasukkan kedalam teko.

Jika teko dibaratkan diri kita, maka isi teko adalah isi dalam otak atau pikiran kita dan isi dalam hati kita. Apa yang kita katakan adalah cerminan apa yang ada dalam otak dan hati kita. Maka tidak salah bila orang menilai kefahaman , kebaikan, sikap dan isi hati seseorang dari apa yang ia katakan dan dari apa yang dia lakukan. Apa yang ada dalam pikiran merupakan hasil dari input yang  terjadi selama kita hidup. Baik input yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari.

Yang saya maksud dengan input yang tidak kita sadari adalah input yang masuk tanpa kita inginkan atau kita rencanakan. Misalnya pengaruh keluarga, orang tua dan saudara yang kita alami sejak kecil, pengaruh teman-teman, lingkungan sekolah dan masyarakat adalah contoh hal-hal yang akan memberi input kepada kita yang cenderung tidak kita sadari, terutama pada masa kecil kita. Walaupun setelah dewasa kita juga dapat mengaturnya sesuai dengan keinginan kita.

Nah, sebuah pemahaman dan pemikiran yang ada dalam diri kita, masuk kedalam otak melalui alat input berupa alat indra. Terutama mata dan telinga. Apa yang kita lihat, tonton, baca dan dengar, itulah yang akan menjadi isi dalam pikiran dan hati kita. Wujud output atau keluarannya adalah apa yang kita katakan dan lakukan. Input dan output pastilah sejalan. Untuk itu mulai saat ini kita harus bisa memilih dan memilah secara lebih selektif apa-apa yang masuk dalam diri kita.

Hindari bacaan-bacaan yang negatif, tontonan-tontonan yang negatif dan dialog atau diskusi tentang hal-hal yang negatif seperti gosip dan sebagainya. Kalau toh anda terpaksa untuk membaca hal-hal yang negatif untuk sebuah pembelajaran, maka dahulukan baca yang positif supaya anda bisa membandingkan dan tidak langsung pada penerimaan apa adanya. Karena orang cenderung lebih menerima hal-hal baru pada pertama kali ia menemukannya.

Kalau anda ingin punya kepribadian yang baik, menjadi seorang penulis atau ingin menjadi pembicara ulung, perbanyaklah membaca buku-buku tentang pengembangan diri, kepemimpinan, motivasi dan buku-buku sejenisnya. Kata-kata yang berbobot, hanya akan keluar dari bacaan-bacaan yang berbobot pula.

Perihal input ini, menurut penelitian bahwa input yang berbentuk gambar terlebih dengan visualsasi multimedia lebih membekas 50% lebih diingat dari pada tulisan yang hanya 10%. Bahkan bila kita telah melakukannya dan telah menjadi pengalaman maka akan lebih membekas lagi dalam ingatan kita hingga 90%. Lebih lengkapnya untuk melihat pengaruh rata-rata metode penyampaian informasi terhadap diri kita dapat anda lihat pada grafik daya serap informasi berikut ini.

Grafik daya serap terhadap Informasi

Jika anda ingin memiliki sikap mental positif, maka perkaya diri anda dengan hal-hal yang positif. Maka Anda akan menjadi positif.

Nah, untuk sementara sampai disini dulu tipsnya ya…  Masih ada beberapa tips lagi yang mau saya sharingkan tapi akab kita bahas pada postingan berikutnya.

🙂

Orang Yang Berfikir Positif Memiliki Energi Lebih Besar


Pada artikel saya sebelumnya ada seorang sahabat yang berkomentar begini “yg susah kl gagal trs jadinya susah berpikiran psitif,..” memang benar, terkadang ini mudah diteory tetapi ketika kita mengalami masalah yang berat atau dalam tekanan, menjadi sulit untuk dipraktekkan. Bagaimanapun juga saya sangat yakin dengan istilah kekuatan pikiran. ”The power of positive thinking”.  Saat pikiran kita dipenuhi oleh hal-hal positif, kita akan merasa lebih lega, lebih fresh. Kita bisa berfikir dengan jernih. Sehingga energi kita akan kita curahkan kearah yang tepat. Energi kita tidak ada yang terbuang sia-sia, sehingga ketika kita bertindak energi tesebut dapat keluar dengan maksimal sesuai yang kita inginkan.

Pikiran yang negatif akan mempengaruhi rasa percaya diri. Sehingga ketika kita bertindak, kita akan berindak dengan ragu-ragu, setengah-setengah dan sudah pasti hasilnya tidak akan optimal karena energi yang kita keluarkan juga tidak optimal. Bisa jadi energi kita sudah kita curahkan untuk memikirkan hal-hal yang tidak kita kuasai. Karena berfikir positif juga artinya adalah berfikir solusi bukan berfikir masalah.

Kalau Anda lebih banyak bertanya ”mengapa?” ini adalah ciri-ciri orang yang berfikir masalah. Termasuk orang yang memiliki sikap mental yang negatif. Anda akan menggunakan energi Anda unuk memikirkan masalah yang akhirnya tidak menemukan solusinya. Tetapi bila Anda lebih banyak bertanya ”bagaimana?” nah, ini dia sebuah pertanyaan yang muncul dari sebuah sikap mental yang positif. Itu sama artinya Anda ingin memposisikan diri Anda sebagai solusi bukan sebagai masalah. Sehingga energi Anda pun akan Anda curahkan untuk mencari solusi dari permasalahan. Bukan masalah dari sebuah solusi. Karena masalah akan selalu hadir. Selagi kita masih hidup masalah tidak akan selesai karena masalahlah yang akan mendewasakan kita. Dan setiap masalah selalu ada solusinya, itu pasti. Nah, hanya orang-orang yang memiliki dasar pikiran yang positiflah yang dapat melihat dan menemukan solusi dengan cermat.

Pikiran yang positif juga akan berpengaruh pada kesehatan kita. Disadari atau tidak, tubuh kita bergerak sesuai dengan pikiran kita. Entah itu pikiran sadar atau pikiran bawah sadar.  Menurut sebuah riset kedokteran 90% penyakit muncul akibat stres. Stres itu sendiri termasuk dalam penyakit pikiran yang berakibat pada penurunan daya tahan tubuh.

Pikiran-pikiran negatif dapat membuat otak menjadi ruwet dan menimbulkan stres. Stres secara otomatis akan menyebabkan kekebalan zat anti body dalam tubuh kita menjadi menurun dan akhirnya kita mudah terserang penyakit. Kalau anda tidak percaya silahkan anda buktikan. Berpikir negatiflah setiap hari. Apapun yang Anda alami siapapun yang anda temui. Pikirkanlah sisi negatifnya. Saya jamin, dalam beberapa hari, maksimal satu minggu anda akan sakit. Bahkan mungkin terkena berbagai macam penyakit, entah itu flu, diare, gatal-gatal, batuk dan lain-lainnya.

Oya, hati-hati juga dengan kata ”stres”. Jangan mudah berkata ”saya stres” karena secara tidak sadar anda memprogram pikiran anda untuk stres. Terus terang saya miris dengan banyak teman-teman saya. Padahal masih sama-sama muda. Tapi sering bilang ”Waduh mana tugas menumpuk banyak sekali, bikin jadi streeess aja” padahal dikerjakan saja belum. Energinya banyak terbuang hanya untuk memikirkan pekerjaan yang setumpuk daripada untuk mengerjakannya dan itu saja sudah membuat stress.

Saya jadi bepikir ” Wah kasihan sekali, masih muda sudah stress, nanti tua dikit udah kena stroke kayaknya tuh, tidak bisa menikmati hidup yang begitu indah”.

Untuk itu kita perlu selalu menjaga pikiran positif pada diri kita. Karena Positif Thinking adalah dasar menumbuhkan Positif Feeling yang akan membawa kita pada Positif Action.

Bagaima kiat-kiat menjaga pikiran positif? akan saya bahas pada tulisan selanjutnya.

c-u 🙂

MEMILIKI SIKAP MENTAL POSITIF


Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan, bila kita pikir kita bisa maka kita pasti bisa, tapi kalau kita pikir kita tidak bisa, maka kita akan benar benar tidak bisa. Ini adalah pilihan. Sebelum Anda melakukan sesuatu Anda akan memikirkannya terlebih dahulu dan pilihannya adalah Anda akan berpikir positif atau akan berfikir negatif. Ini akan sangat menentukan bagaimana tubuh Anda akan bergerak dan potensi apa yang akan keluar. Karena tindakan kita akan sangat dipengaruhi pikiran kita.

Untuk itu pikiran yang positif akan berdampak positif pula pada diri kita. Kita akan lebih semangat, lebih optimis dan lebih percaya diri kalau pikiran kita positif. Potensi yang kita miliki akan keluar dengan optimal. Sebaliknya, kita akan mudah menyerah, minderan dan menjadi malas kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi pikiran negatif.

Lalu apakah sikap mental itu? Menurut Profesor Edwood Chapman, sikap mental adalah cara mengko-munikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Jika ekspresi kita kepada orang lain adalah ekspresi yang positif, maka kita dapat disebut sebagai orang dengan mental positif dan sebaliknya apabila ekspresi kita kepada orang lain negatif maka kita disebut orang yang bersifat mental negatif.

Bila kita berpikir bisa

maka kita pasti akan bisa

Tetapi kalau kita berpikir tidak bisa

Maka kita benar- benar tidak akan bisa.

SO………selalulah berpikir positif

KITA akan  lebih semangat, Lebih optimis,

Lebih percaya diri

Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga sikap kepada diri sendiri serta lingkungan dan keadaan. Sikap mental positif mendorong kita untuk mencapai tujuan dengan gigih dan bersemangat, ketika kita gagal dan terjatuh, kita masih dapat mengatakan “Ah ini cuma rintangan kecil saja. tujuan saya belum tercapai”. Kita pun mampu bangkit kembali dengan semangat dan senyum yang kita miliki.

Harus kita sadari bahwa siklus kesuksesan selalu diawali oleh sikap mental positif. Sikap mental positif diawali oleh pikiran yang positif. Hal ini akan membawa pada kekuatan otak dan akan membawa kita untuk melakukan tindakan yang benar. Sehingga akan melahirkan sebuah kesuksesan kecil. Kesuksesninilah yang kemuidan mempengaruhi rasa percaya diri kita. Pede kita akan muncul lalu akan mempengaruhi sikap mental kita kembali mempengaruhi tindakan hingga kita mendapatkan sukses yang lebih besar dan akan membawa pada kepercayaan diri yang lebih besar pula, begiu seterusnya. Secara singkat siklusnya dapat Anda lihat pada gambar berikut..

More than Winner, lebih dari sekedar menjadi juara


Lazimnya, seorang juara adalah yang memenangkan sebuah persaingan. Namun seorang juara sejati bukanlah yang hanya berorientasi pada kemenangan dirinya sendiri saja. Seorang Juara sejati haruslah bisa menjadi yang paling signifikan, memberikan kontribusi untuk orang lain. Seorang juara sejati adalah yang dapat menciptakan juara-juara berikutnya, bukan hanya menciptakan kejayaan untuk dirinya sendiri.

Bukanlah seorang Juara sejati jika ia menang dengan menghalalkan segala cara. Justru orang yang menang dengan menggunakan cara-cara culas itulah pecundang yang sebenarnya. Karena ia mendapatkan kemenangan dengan menggunakn cara-cara seperti seorang pengecut yang tidak pede dengan dirinya, bukan cara seorang Kesatria.

Mengalami kekalahan atau kegagalan dalam sebuah proses adalah hal yang biasa. Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kegagalan. Tetapi orang yang sukses adalah yang selalu bisa bangkit dari kegagalan.

Ada sebuah kisah dari arena Paralympic Games. Yaitu Olimpiade olah raga untuk orang-orang yang (maaf) cacat, baik itu buta, tidak punya tangan atau yang berjalan dengan kaki palsu.  Dalam cabang olah raga lari, para peserta sudah bersiap siap untuk berlari dan ketika tanda di bunyikan maka seluruh peserta langsung berlari menuju garis finish.

Tidak lama setelah start tiba-tiba seorang peserta terjatuh dan ia jadi tertinggal oleh peserta yang lain. Spontan lalu ia menangis karena mungkin ia merasa telah kehilangan harapan untuk menang karena terjatuhnya itu. Diluar dugaan ada peserta yang mengetahui bahwa ada peserta lain yang terjatuh lalu iapun melihat kebelakang dan akhirnya menghentikan larinya. melihat yang ia lakukan akhirnya satu persatu peserta lainpun berhenti untuk mengetahui apa yang terjadi. Akhirnya merekapun berbalik dan mendekati peserta yang terjatuh tadi. Para penontonpun bingung dengan yang mereka lakukan.

Setelah dekat dengan peserta yang terjatuh tersebut, ternyata… mereka datang untuk mengulurkan tangan mereka menarik temannya yang terjatuh untuk bangkit dan akhirnya mereka berlari bersama-sama bergandengan tangan menuju garis finish.

Seluruh penonton pun bertepuk dan bersorak melihat apa yang terjadi saat itu. sebuah pemandangan yang sangat indah dan mengharukan. Bukankah ini yang kita Impikan? tetapi sering kita abaikan. Sebuah kemenangan yang sesungguhnya… kemenangan yang sejati… KEMENANGAN UNTUK SEMUA…

Born to be Champion


Seandainya kita tahu, benar-benar sadar dan selalu ingat akan perjalanan hidup kita. Maka kita tidak akan begitu mudahnya patah semangat dan putus asa. Kita tidak akan takut untuk bersaing. Kita tidak akan mudah menyerah dalam berjuang.

Anda pasti tahu asal atau cikal bakal manusia sebelum dilahirkan bukan? Ya, yaitu proses bertemunya sel sperma dan ovum yang lalu berkolaborasi membentuk satu sel tunggal yang kemudian memperbanyak diri menjadi dua sel, empat dan seterusnya hingga menjadi sesosok janin di dalam rahim Ibu.

Sekarang prosesnya kita tarik mundur sedikit. Antara ovum dan sperma manakah yang paling dominan dalam pembentukan dasar seseorang?. Ternyata basicnya ada pada sel sperma dan ovum adalah penunjang dari sel sperma. Penelitian ilmiah telah mambuktikan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan oleh sel sperma bukan oleh ovum. Bisa dikatakan bahwa seluruh sel sperma adalah sel hidup yang berpotensi untuk menjadi cikal bakal janin. Laki-laki atau perempuan.

Pada saat terpancar ada sekitar 200juta sel yang keluar untuk satu tujuan, untuk menemukan pasangannya yaitu sel telur. Dan sudah pasti tidak semua akan mendapatkan pasangannya karena sel telur hanya ada satu atau kadang-kadang dua untuk calon bayi kembar tidak identik namun ini sangatlah jarang. Seluruh sel sperma tersebut mendapati kondisi medan yang sama, harus menempuh jalan yang panjang sebelum akhirnya bertemu dengan ovum. Mereka harus berlomba-lomba menjadi yang pertama sampai dalam rahim.

Namun sebelum itu dalam perjalanannya saja mereka sudah harus bersaing untuk memanfaat cairan yang mengandung glukosa yang terdapat pada dinding leher rahim untuk mengubahnya jadi energi, siapa yang terlambat dan tidak kebagian maka akan berguguran pada fase ini. Setelah berhasil melalui jalan panjang pun belum menjadi jaminan bagi sel sperma untuk hidup dan berhasil mendapatkan ovum. Ribuan sel sperma yan tersisa masih harus bersaing, mengerubungi satu ovum untuk berlomba menjadi yang pertama kali menembus dinding sel yang cukup tebal dan berkolaborasi dengan inti sel ovum. Hanya sel sperma yang paling gigih dan paling kuatlah yang kemudian berhasil. Dan ketika sudah ada satu sel sperma yang masuk maka akses untuk sel yang lain akan tertutup, dinding ovum akan menebal dan kesempatan untuk yang lain akan hilang dan sel sperma-sel sperma yang gagal akan mati dalam hitungan waktu.

“Setelah 9 bulan 10 hari Sang Juarapun lahir dengan tangan mengepal pertanda ia siap untuk melanjutkan perjuangannya”

Lalu siapakah pemenang itu? Itulah saya, itulah anda, itulah kita semua yang telah lahir ke dunia ini.

Coba anda bayangkan jika saat itu bukan anda dan bukan saya yang memenangkan persaingan dengan ratusan juta pesaing lainnya, maka anda tidak akan ada di dunia ini, mungkin akan ada orang lain yang akan lahir tapi bukan anda. Dan sekali lagi INGAT! Anda bukan hanya bersaing dengan beberapa puluh pesaing tetapi ratusan juta pesaing sudah anda kalahkan. Hampir sama jumlahnya dengan penduduk Indonesia tahun 2000, lebih dua kali lipat dari jumlah penduduk Jepang saat ini . Bahkan ketika anda seorang wanita, anda telah mengalahkan jutaan pria.

dan memenangkan persaingan. Maka seharusnya, tidak ada alasan untuk anda unuk mundur dari persaingan lomba karya ilmiah yang hanya di ikuti seratus peserta, tidak anda alasan unuk anda untuk berhenti bersaing menjadi rangking 1 di kelas yang hanya berisi 40 orang murid, tidak ada alasan bagi anda untuk berhenti dari persaingan apapun, hanya karena anda takut tidak berpeluang menang karena pesertanya banyak. Padahal jauh lebih sedikit dari pesaing anda dulu.

Sadarilah! Anda terlahir sebagai manusia unggul dengan keunggulan anda sendiri.

“Allah SWT telah menjadikan kita lahir sebagai yang terbaik. Jadi, berusaha yang terbaik adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Allah”

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Qur’an, 95:4)

Setiap bayi memiliki sikap mental seorang juara

Secara luar biasa, setiap orang mengalami pembelajaran yang luar biasa cepat pada 5 tahun pertama hidupnya. Dari tidak bisa apa-apa ia harus belajar berjalan lalu berlari. 90% kosa kata dasar dihapal pada umur hingga lima tahun. Sedangkan sisanya hingga usia dewasa orang hanya menambah 10%nya saja. Menghapal dan mengingat bentuk benda dan warna dengan cepat. Mempersiapkan semua keahlian dasar yang dibutuhkan untuk pembelajaran yang lebih tinggi pada saat ia menjelang dewasa.

Pertanyaannya adalah mengapa seorang bayi bisa belajar begitu cepat? Dari yang tadinya berdiripun tidak mampu seperti orang yang lumpuh tetapi akhirnya bisa berlari dengan riang. Yang tadinya hanya bisa menangis menjadi bisa bernyanyi dan berteriak dengan lantang.

Itu semua karena setiap bayi pada dasarnya memiliki sikap mental seorang juara sebagai fitrahnya. Apa saja sikap mental seorang juara itu?

Mental juara yang pertama adalah selalu bersemangat. Sewaktu masih balita kita tidak pernah melakukan sesuatu dengan bersedih atau merasa tertekan. Kita selalu semangat untuk berusaha dan tidak pernah malas malasan dalam mencoba. Ketika kita capek kita istrahat dan teridur tetapi kemudian berusaha lagi hingga kita bisa berjalan.

Mental juara yang kedua adalah selalu antusias. Seorang balita memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap yang ada disekelilingnya. Ia tidak takut apapun untuk mencoba dan berusaha tuntuk tahu dan untuk bisa. Tidak takut air tidak takut api, tidak takut pisau tidak takut hantu. Kalau toh nantinya jadi penakut, itu karena ditakut-takuti orng lain. Orang tuanyalah dan orang-orang di lingkungannyalah yang membuat ia takut. Ia selalu antusias untuk tahu dan untuk mencoba.

Mental juara yang ketiga adalah pantang menyerah. Kegagalan itu hal yang biasa, malah wajib hukumnya. Untuk mendapatkan sukses sejati haruslah merasakan kegagalan. Balita yang baru belajar berjalan saja tahu betul tentang artinya pantang menyerah. Tak perduli berapa kali ia terjatuh dan menangis. Ia pasti bangkit lagi dan mencoba lagi hingga berhasil. Coba anda bayang kan bila dulu saat anda masih belajar berjalan ketika anda sudah terjatuh beberapa kali lalu anda berfikir ” ah sudahlah, mungkin saya memang tidak berbakat untuk bisa jalan. Habis dari kemaren jatuh melulu, kan sakit” lalu anda memutuskan untuk berhenti berjalan. Sudah pasti saat ini anda tidak akan bisa jalan. Otot-otot anda akan mengecil hingga akhirnya tidak bisa menopang tubuh anda karena tidak pernah dipakai untuk berjalan dan akhirnya anda lumpuh. Anda bisa berjalan hingga saat ini, itu karena dulu anda memutuskan untuk belajar berjalan dan tidak akan menyerah sampai anda berhasil, sampai anda bisa berjalan dan berlari seperti orang-orang di sekeliling anda. Jangan anda berpikir, ”Ah… kan memang sudah begitu seharusnya, sudah sewajarnya anak kecil bisa ngomong dan bisa jalan. Itukan mudah dan itu biasa”. Asal tahu saja kesulitan mempelajari dan menguasai bahasa verbal bagi balita sama sulitnya seperti mempelajari bahasa rusia bagi anda yang belum pernah sama sekali mendengar bahasa rusia atau bagi anda untuk mempelajari bahasa tagalog. Bahkan lebih sulit karena balita belum memiliki skill pendukung seperti orang dewasa.

Mental juara yang keempat yang dimiliki seorang balita adalah Confident. Ya rasa percaya diri. Apapun yang di lakukan, pede aja lagi… Contohnya adalah ketika seorang balita belajar berbicara. Ketika ingin menyampaikan sesuatu ia tidak bisa melafazkannya dengan benar paling Cuma bisa ngomong ”babugigabibagu” walaupun salah dan tidak bisa dimengerti orang lain, walaupun kadang ditertawakan dan di ejek kakak dia tetap berbicara dengan keras. Mungkin pikirnya, ”peduli amat omongan orang…”.

Mental juara yang kelima adalah Yakin, pasti bisa! Satu hal yang pasti, yang membuat kita akhirnya bisa berjalan bahkan berlari dan bisa berbicara bernyanyi dan melakukan aktivitas lain karena kita tidak pernah merasa bahwa kita akan gagal. Kita yakin kita akan bisa maka kita bisa. Kita yakin akan bisa seperti orang orang yang kita lihat maka kita lakukan dengan sebuah keyakinan, Pasti bisa!

Kini… setelah bertahun tahun berselang, bayi mungil itu sudah dewasa. Keinginannya bukan lagi untuk sekedar ingin bisa berjalan dan bisa berbicara. Ia memiliki cita-cita untuk diraih dan impian untuk diwujudkan. Tapi masihkah semangatnya seperti dahulu? Masihkah ia memiliki sikap mental seorang juara…

7 Keajaiban Dunia Yang Sesungguhnya.


Dalam sebuah kelas geografi, sekelompok siswa sedang berdiskusi tentang 7 keajaiban dunia. Sebelumnya pada awal pelajaran mereka diminta unuk membuat daftar dari apa yang mereka pikir adalah 7 keajaiban yang ada di dunia saat ini.

Walapun ada beberapa ketidak sesuaian, namun sebagian besar daftar tersebut berbunyi:

1.Piramid
2.Tajmahal
3.tembok Cina
4.Menara Pissa
5.Kuil Angkor
6.Menara Eifel
7.Candi Borobudur

Ketika daftar dikumpulkan, sang guru memperhatikan seorang muridnya, seorang gadis pendiam yang belum mengumpulkan kertas tugasnya. Lalu sang guru bertanya padanya apakah ia mengalami kesulitan dalam membuat daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab “ Ya sedikit. Saya bingung memilih karena sangat banyaknya” Sang guru berkata “Baik, coba katakan kepada kami apa yang kamu miliki. mungkin kami bisa membantu memilihkan”

Gadis pendiam itu terdiam sejenak lalu berkata

“ Saya pikir, tujuh keajaiban dunia adalah “

1.Bisa melihat
2.Bisa mendengar
3.Bisa menyentuh
4.Bisa menyayangi

Dia ragu lagi sebentar, lalu melajutkan.
5.Bisa merasakan
6.Bisa tertawa
7.Bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya sebagai “ Keajaiban “. Namun kita melihat lagi apa yang telah diberikan oleh Allah sebagai hal yang “ Biasa “ dan kita sangat jarang mensyukurinya bahkan sering berkeluh kesah.

Semoga hari ini kita di ingatkan tentang hal yang benar-benar ajaib dalam hidup kita.

*) dengan sedikit penyesuaian.

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya


Story From Friend…

Saya tidak tahu kisah ini nyata atau tidak. tetapi ini menyadarkan saya tentang betapa besarnya pengorbanan seorang ibu demi anaknya. semoga bermanfaat juga buat yang lain.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN. Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! “ Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Manajemen Masalah


Solusi untuk semua masalah

Suatu hari ada seorang pria yang sedang berjalan-jalan ditaman. Tiba-tiba ia melihat sebuah kepompong yang terdapat celah kecil pertanda bahwa calon kupu-kupu yang ada didalamnya sedang berusaha untuk keluar dari kepompong tersebut. Berjam-jam ia memperhatikan kupu-kupu tersebut berjuang keras untuk mendorong tubuhnya keluar melalui celah kecil tersebut, namun sepertinya usahanya sia-sia, kupu-kupu tersebut tak kunjung keluar dari kepompongnya. Sekilas tampaknya aktivitas itu sudah berhenti pada satu titik dan tidak ada perkembangan lebih lanjut.

Selintas kemudian, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya.

Tapi apa yg terjadi kemudian? Kupu-kupu itu memiliki tubuh yg tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang. Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu-kupu itu sendiri. Tapi semua yg diharapkan pria itu tidak terjadi ! Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yg lemah dan sayap yg terlipat. Kupu-kupu tersebut tidak pernah bisa terbang.

Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu-kupu dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut, sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh Allah.SWT. Dengan kata lain itulah sunatullah.

Perjuangan adalah sesuatu yg mutlak kita butuhkan dalam hidup ini. Jika saja kita diperbolehkan untuk melewati hidup ini tanpa masalah, hal ini justeru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan pernah sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.

Hidup selalu dipenuhi dengan masalah. Walau tanpa kita minta masalah akan tetap datang menghampiri kita, mulai dari masalah yang sepele sampai yang dirasa sangat berat. Namun pernahkah kita berfikir bahwa bisa jadi cobaan-cobaan ini datang justru buah dari doa kita sendiri.

Ketika kita berdoa, “Yaa Allah berikanlah hamba kekuatan dan keberanian”. Maka ketika datang kesulitan dan rintangan sesungguhnya Allah sedang mengabulkan doa kita. Allah sedang melatih dan menguji kita agar kita mampu melewatinya. Bukankah kita baru bisa dikatakan kuat jika kita mampu mengangkat beban. Semakin berat beban yang mampu kita angkat maka artinya kita semakin kuat.

Kita meminta kesejahteraan dan Allah memberikan kita otak dan otot untuk bekerja. Kita meminta kebijak sanaan maka kita diberikan masalah yang harus dipecahkan untuk menguji kita apakah kita sudah bijaksana atau belum.

Kita meminta pertolongan, Allah memberikan kesempatan untuk kita ambil. Dan kita sering meminta cinta dan kasih sayang, lalu Allah mengirimkan orang-orang yang sedang kesulitan disekeliling kita untuk kita bantu. Maka ketika kita melihat orang yang kesulitan tetapi kita mengabaikan untuk menolongnya padahal kita mampu. Maka itu sama artinya kita sudah menolak cinta dan kasih sayang Allah.SWT. padahal kita sendiri yang memintanya.

Orang yang yang memiliki sikap mental positif menganggap masalah bukan sebagai halangan atau hambatan. Tetapi justeru sebagai tantangan yang harus dilewati. Karena orang yang paham tahu betul bahwa sebenarnya masalahlah yang akan mendewasakan kita. Kemampuan kita dalam menghadapi masalahlah yang akan menjadi parameter kualitas diri kita. Dan jangan heran ketika ujian terberat justeru datangnya dari orang-orang terdekat kita. Teman yang meremehkan, keluarga yang tidak mendukung atau bahklan dari diri kita sendiri dengan munculnya rasa malas, pesimistis, kejumudan, futur atau sikap-sikap lain yang dapat membuat kita down dan putus asa. Sehingga kita dihadapkan pada pilihan untuk “Maju terus atau berhenti sampai disini saja!”. Di sinilah sesungguhnya kita sedang di uji untuk mampu memotivasi diri kita sendiri sebelum kita mampu untuk memotivasi orang lain.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?(QS. Al-Ankabutt:2)

Prinsip 90:10

Maksudnya adalah 10% hidup kita bergantung pada apa yang terjadi pada diri kita dan itu tidak dapat kita kendalikan. Itulah takdir. Kita tidak bisa menghentikan gempa bumi yang terjadi kita tidak bisa menghindari kecelakaan saat kita sudah berhati-hati tapi justeru orang lain yang menabrak diri kita. Kita tidak bisa mengendalikan jadual pesawat yang terlambat. Dan hal-hal lainnya di luar diri kita yang tidak bisa kita kendalikan. Kita kidak bisa mengontrol yang 10% ini.

Lalu bagaimana dengan yang 90%? Kita sendiri yang menentukan yang 90% lainnya. Yaitu adalah keputusan kita untuk bagaimana kita akan bereaksi atas kejadian yang kita alami. Dengan kata lain juga adalah pilihan sikap kita dalam menghadapi masalah yang kita hadapi. Percaya atau tidak, disadari atau tidak disadari itu mempengaruhi 90% hidup kita.

Kita tidak bisa mengendalikan kemacetan di jalan tetapi kita bisa mengendalikan reaksi kita. Sikap apa yang akan kita lakukan, kita sendiri yang memutuskan. Apa yang terjadi selanjutnya itulah pilihan kita. Sehingga jangan heran ketika dua orang menghadapi masalah yang sama tetapi memperoleh hasil yang berbeda karena keputusan yang diambil memang berbeda.

Jangan biarkan lingkungan mengendalikan diri kita. Kitalah yang harus memegang kendali atas diri kita sendiri.

Tenang & yakin , kunci sukses menghadapi masalah.

Tidak usah terkejut ketika kita berniat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kita akan mendapat cobaan yang lebih berat pula. Semakin besar keinginan kita untuk menjadi lebih baik semakin berat pula ujian yang akan kita hadapi. Setelah berhasil melewati satu ujian bersiap-siaplah untuk menghadapi ujian selanjutnya. Ibaratnya sekolah, saat kelas satu kita siberi ujian level kelas satu pula, kalau kita berhasil kita baru bisa naik ke kelas 2 dan nanti kita akan diberi soal ujian level kelas 2 agar kita bisa naik ke kelas 3. dan sudah pasti soal ujian kelas 3 akan lebih berat dari soal ujian kelas 2.

Begitulah halnya dengan cobaan atau masalah yang akan kita hadapi. Ketika telah melewati sebuah cobaan, bukan berarti akan berhenti sampai di situ. Jika kita masih ingin menjadi lebih baik lagi maka ujian yang lebihg berat dari sebelumnya akan datang pada kita. Saat kita lari dari masalah, itu berarti kemampuan kita akan berhenti sampai disitu. Tetapi bila kita berhasil menghadapinya maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan menjadi lebih mudah bagi kita untuk menolong orang-orang yang menghadapi masalah yang lebih ringan dari masalah yang pernah kita hadapi.

Saat menghadapi masalah, usahakanlah untuk tidak panik. Karena kepanikan akan membuat kita tsulit untuk mengontrol tindakan kita. Jalan pikiran kita menjadi lebih tertutup dari solusi. Malah bisa jadi akan memperbesar masalah. Usakanlah untuk tetap bersikap tenang karena ketenangan akan membantu kita untuk tetap berpikir jernih dalam memikirkan solusi. Lebih mudah menyerap dan mengelola informasi. Tindakan kitapun lebih terkontrol. Kita jadi lebih mudah untuk bersabar.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (QS. Al-Fajr:27-30)

Kesabaran dalam menghadapi masalah lambat laun akan membuahkan hasil yang baik. Namum sikap sabar tidak sama dengan pasrah tanpa usaha. Sabar dan tawakal itu dimunculkan setelah kita meluruskan niat dan menyempunakan ikhtiar. Kalau sudah begitu baru menyerahkan hasilnya kepada Allah.SWT.

Untuk memunculkan sikap sabar dan tenang ini memang harus dilatih, karena memang cukup sulit bagi yang belum terbiasa. Sebahagian orang melatihnya dengan bermeditasi. Namun dalam Islam sebenarnya sudah diajarkan yaitu dengan sholat. Sholatlah dengan tuma’ninah, dalam gerakan maupun bacaannya. Itu akan melatih kesabaran dan ketenangan.

Dan yakinlah akan pertolongan Allah yang mungkin datangnya tidak terduga dan sulit diterima logika. Yakinlah sesulit apapun masalah pasti ada solusinya dan pasti ada hikmah dibaliknya.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah:153)

Setiap Racun pasti ada penawarnya. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Begitu juga dengan masalah, pasti ada solusinya. Tugas kita adalah untuk mencari dan memecah kan solusi tersebut karena itulah inti dari pengembangan diri.

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya… (QS. Almu’minun:62)

Jadi… jangan pernah takut menghadapi masalah, tetapi juga jangan suka cari-cari masalah!

Hadapi semua tantangan dengan sikap OPTIMIS dan selalu TERSENYUM ^_^

(Terinspirasi dari Al-quran, artikel steven covey dan the butterfly lesson)