Meyakini Manfaat Meningkatkan Motivasi


Dalam Buku Quantum Learning karya Boby De Potter yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, ada satu cara untuk menemukan motivasi untuk belajar atau bisa juga kita katakan untuk melakukan sesuatu adalah dengan menemukan manfaat dari yang akan kita lakukan. Biasanya dengan menanyakan pertanyaan AMBAK pada diri sendiri. AMBAK adalah akronim dari Apa Manfaatnya BAgi Ku.

Dengan menemukan dan meyakini manfaat dari suatu pekerjaan, kita jadi meyakini bahwa yang kita lakukan tidak akan sia-sia sehingga kita lebih termotivasi untuk melakukannya. Semangat kita tidak akan kendur. Ini sama juga dengan mencari sisi positif terlebih dahulu maka secara disadari atau tidak, kita akan menerimanya dan akan melakukannya.

Tidak semua orang dapat meyakini manfaat ini dengan mudah walaupun ia telah mengetahuinya. Karena saat ini hampir segalanya di nilai dengan materi. Padahal manfaat tidak harus berupa uang tapi memiliki makna yang sangat luas sekali. Manfaat bisa berupa ilmu, persahabatan, pengetahuan, kasih sayang dan sebagainya. Intinya adalah menemukan dan meyakini manfaat yang kita peroleh dari setiap yang akan kita lakukan sehingga kita lebih termotivasi. Bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan karena kita jadi tahu bahwa kita tidak melakukan sesuatu yang sia-sia. Sehingga terjadi peningkatan diri baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Maka, bila Anda ingin bersemangat dalam hidup Anda cari dan temukan sendiri motivasi terkuat Anda. Tanyakan pada diri Anda kenapa harus melakukan ini? Kenapa harus melakukan itu? Untuk  siapa  Anda berusaha dan untuk apa hidup Anda?  Lakukanlah demi kebahagian Anda dan kebahagian orang-orang yang menyayangi Anda.

Buat diri Anda termotivasi. Karena orang yang termotivasi semangat juangnya tinggi, energinya besar, daya tahannya meningkat dan sulit untuk dikalahkan.

Cara memelihara sikap mental positif


Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menyampaikan beberapa kiat agar kita dapat mempertahankan pikiran positif kita 🙂
Memang sangat susah membangun maupun menanamkan sikap mental positif pada diri kita. Paling tidak pada awalnya bila belum terbiasa dengan sikap mental yang positif. Karena banyak sekali faktor-faktor (noise) mempengaruhi setiap tindakan atau sikap yang kita lakukan. Lalu bagaimana caranya? Mungkin itu yang anda fikirkan. Tips berikut ini mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk selalu berpikiran positif.

1. Bergaul dengan lingkungan yang positif

Dalam kehidupan ini ada yang namanya hukun alam atau yang disebut juga Sunatullah, termasuk dalam hal hubungan sosial kita dengan orang lain. Ada yang namanya hukum tarik-menarik atau hukum ketertarikan, begitu juga sifat manusia. Yang saya maksudkan adalah sifat seseorang dan oranglain akan selalu saling mempengaruhi. Terlepas itu sifat baik atau sifat buruk, tergantung karakter mana yang lebih kuat. Bila kita memiliki karakter yang kuat lalu masuk dalam lingkungan yang lemah, maka kita akan menguatkan yang lemah. Tetapi bila kita belum kuat, kita akan terbawa semakin lemah dan sering kita tidak sadar kalau kita terpengaruh. Sepertinya berjalan secara alami begiu saja.

Begitupun sebaliknya. Bila kita lemah atau belum begitu kuat, lalu  kita masuk ke dalam lingkungan yang kuat maka kita akan semakin kuat. Karena hukumnya kita mempengaruhi atau kita dipengaruhi.

Cara termudah bagi anda untuk selalu berfikiran atau memiliki sikap mental positif adalah bergaul dengan orang orang yang memiliki sikap mental positif pula. Tanpa anda sadari pikiran anda akan terjaga dari hal-hal yang negatif dan lambat laun kita akan terbiasa untuk selalu befikir positif. Istilahnya mungkin sudah Anda dengar sebelumnya “Kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan kecripatan harumnya dan kalau kita bergaul dengan pandai besi, kita akan kecripatan juga bau gosongnya.” Tapi bukan bermaksud merendahkan profesi pandai besi lho!

Lalu bagaimana kalau kita tidak bisa meninggalkan lingkungan kita yang negatif. Bagaimanapun caranya kita harus tetap memiliki lingkungan yang positif. Keseimbangan harus dijaga. Jika memang lingkungan negatif tidak bisa benar-benar ditinggalkan, maka Anda harus mengatur alokasi waktu Anda untuk berada dilingkungan yang positif harus Anda perbanyak. Agar pengaruh positif tetap lebih banyak dari pengaruh negatif. Ketika anda masuk ke lingkungan yang negatif, besar sekali kemungkinannya nilai-nilai positif Anda akan tereduksi. Untuk itu dilain waktu kita perlu kembali ke lingkungan yang positif untuk mengembalikan yang tereduksi tadi. Ibarat handphone harus di recharge lagi. Jangan terlalu sombong, merasa sudah kuat sehingga merasa tidak perlu lagi untuk selalu memperkuat diri Anda.

Sekeras kerasnya batu bila ditetesi air terus menerus, lambat laun akan berlubang juga. Kecuali ada yang menutupinya.


2.
Perkaya diri dengan input yang positif

Ada satu kalimat yang saya sukai untuk menggambarkan watak seseorang. “Teko hanya mengeluarkan isi teko apa adanya. Bila isinya kopi maka akan keluar kopi dan bila isinya susu maka akan keluar susu pula” anda tahu maksudnya bukan? Ya… tidak mungkin teko yang diisi dengan air putih biasa akan mengeluar teh manis. Artinya, apa yang dikeluarkan tergantung apa yang dimasukkan kedalam teko.

Jika teko dibaratkan diri kita, maka isi teko adalah isi dalam otak atau pikiran kita dan isi dalam hati kita. Apa yang kita katakan adalah cerminan apa yang ada dalam otak dan hati kita. Maka tidak salah bila orang menilai kefahaman , kebaikan, sikap dan isi hati seseorang dari apa yang ia katakan dan dari apa yang dia lakukan. Apa yang ada dalam pikiran merupakan hasil dari input yang  terjadi selama kita hidup. Baik input yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari.

Yang saya maksud dengan input yang tidak kita sadari adalah input yang masuk tanpa kita inginkan atau kita rencanakan. Misalnya pengaruh keluarga, orang tua dan saudara yang kita alami sejak kecil, pengaruh teman-teman, lingkungan sekolah dan masyarakat adalah contoh hal-hal yang akan memberi input kepada kita yang cenderung tidak kita sadari, terutama pada masa kecil kita. Walaupun setelah dewasa kita juga dapat mengaturnya sesuai dengan keinginan kita.

Nah, sebuah pemahaman dan pemikiran yang ada dalam diri kita, masuk kedalam otak melalui alat input berupa alat indra. Terutama mata dan telinga. Apa yang kita lihat, tonton, baca dan dengar, itulah yang akan menjadi isi dalam pikiran dan hati kita. Wujud output atau keluarannya adalah apa yang kita katakan dan lakukan. Input dan output pastilah sejalan. Untuk itu mulai saat ini kita harus bisa memilih dan memilah secara lebih selektif apa-apa yang masuk dalam diri kita.

Hindari bacaan-bacaan yang negatif, tontonan-tontonan yang negatif dan dialog atau diskusi tentang hal-hal yang negatif seperti gosip dan sebagainya. Kalau toh anda terpaksa untuk membaca hal-hal yang negatif untuk sebuah pembelajaran, maka dahulukan baca yang positif supaya anda bisa membandingkan dan tidak langsung pada penerimaan apa adanya. Karena orang cenderung lebih menerima hal-hal baru pada pertama kali ia menemukannya.

Kalau anda ingin punya kepribadian yang baik, menjadi seorang penulis atau ingin menjadi pembicara ulung, perbanyaklah membaca buku-buku tentang pengembangan diri, kepemimpinan, motivasi dan buku-buku sejenisnya. Kata-kata yang berbobot, hanya akan keluar dari bacaan-bacaan yang berbobot pula.

Perihal input ini, menurut penelitian bahwa input yang berbentuk gambar terlebih dengan visualsasi multimedia lebih membekas 50% lebih diingat dari pada tulisan yang hanya 10%. Bahkan bila kita telah melakukannya dan telah menjadi pengalaman maka akan lebih membekas lagi dalam ingatan kita hingga 90%. Lebih lengkapnya untuk melihat pengaruh rata-rata metode penyampaian informasi terhadap diri kita dapat anda lihat pada grafik daya serap informasi berikut ini.

Grafik daya serap terhadap Informasi

Jika anda ingin memiliki sikap mental positif, maka perkaya diri anda dengan hal-hal yang positif. Maka Anda akan menjadi positif.

Nah, untuk sementara sampai disini dulu tipsnya ya…  Masih ada beberapa tips lagi yang mau saya sharingkan tapi akab kita bahas pada postingan berikutnya.

🙂

MEMILIKI SIKAP MENTAL POSITIF


Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan, bila kita pikir kita bisa maka kita pasti bisa, tapi kalau kita pikir kita tidak bisa, maka kita akan benar benar tidak bisa. Ini adalah pilihan. Sebelum Anda melakukan sesuatu Anda akan memikirkannya terlebih dahulu dan pilihannya adalah Anda akan berpikir positif atau akan berfikir negatif. Ini akan sangat menentukan bagaimana tubuh Anda akan bergerak dan potensi apa yang akan keluar. Karena tindakan kita akan sangat dipengaruhi pikiran kita.

Untuk itu pikiran yang positif akan berdampak positif pula pada diri kita. Kita akan lebih semangat, lebih optimis dan lebih percaya diri kalau pikiran kita positif. Potensi yang kita miliki akan keluar dengan optimal. Sebaliknya, kita akan mudah menyerah, minderan dan menjadi malas kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi pikiran negatif.

Lalu apakah sikap mental itu? Menurut Profesor Edwood Chapman, sikap mental adalah cara mengko-munikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Jika ekspresi kita kepada orang lain adalah ekspresi yang positif, maka kita dapat disebut sebagai orang dengan mental positif dan sebaliknya apabila ekspresi kita kepada orang lain negatif maka kita disebut orang yang bersifat mental negatif.

Bila kita berpikir bisa

maka kita pasti akan bisa

Tetapi kalau kita berpikir tidak bisa

Maka kita benar- benar tidak akan bisa.

SO………selalulah berpikir positif

KITA akan  lebih semangat, Lebih optimis,

Lebih percaya diri

Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga sikap kepada diri sendiri serta lingkungan dan keadaan. Sikap mental positif mendorong kita untuk mencapai tujuan dengan gigih dan bersemangat, ketika kita gagal dan terjatuh, kita masih dapat mengatakan “Ah ini cuma rintangan kecil saja. tujuan saya belum tercapai”. Kita pun mampu bangkit kembali dengan semangat dan senyum yang kita miliki.

Harus kita sadari bahwa siklus kesuksesan selalu diawali oleh sikap mental positif. Sikap mental positif diawali oleh pikiran yang positif. Hal ini akan membawa pada kekuatan otak dan akan membawa kita untuk melakukan tindakan yang benar. Sehingga akan melahirkan sebuah kesuksesan kecil. Kesuksesninilah yang kemuidan mempengaruhi rasa percaya diri kita. Pede kita akan muncul lalu akan mempengaruhi sikap mental kita kembali mempengaruhi tindakan hingga kita mendapatkan sukses yang lebih besar dan akan membawa pada kepercayaan diri yang lebih besar pula, begiu seterusnya. Secara singkat siklusnya dapat Anda lihat pada gambar berikut..

More than Winner, lebih dari sekedar menjadi juara


Lazimnya, seorang juara adalah yang memenangkan sebuah persaingan. Namun seorang juara sejati bukanlah yang hanya berorientasi pada kemenangan dirinya sendiri saja. Seorang Juara sejati haruslah bisa menjadi yang paling signifikan, memberikan kontribusi untuk orang lain. Seorang juara sejati adalah yang dapat menciptakan juara-juara berikutnya, bukan hanya menciptakan kejayaan untuk dirinya sendiri.

Bukanlah seorang Juara sejati jika ia menang dengan menghalalkan segala cara. Justru orang yang menang dengan menggunakan cara-cara culas itulah pecundang yang sebenarnya. Karena ia mendapatkan kemenangan dengan menggunakn cara-cara seperti seorang pengecut yang tidak pede dengan dirinya, bukan cara seorang Kesatria.

Mengalami kekalahan atau kegagalan dalam sebuah proses adalah hal yang biasa. Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kegagalan. Tetapi orang yang sukses adalah yang selalu bisa bangkit dari kegagalan.

Ada sebuah kisah dari arena Paralympic Games. Yaitu Olimpiade olah raga untuk orang-orang yang (maaf) cacat, baik itu buta, tidak punya tangan atau yang berjalan dengan kaki palsu.  Dalam cabang olah raga lari, para peserta sudah bersiap siap untuk berlari dan ketika tanda di bunyikan maka seluruh peserta langsung berlari menuju garis finish.

Tidak lama setelah start tiba-tiba seorang peserta terjatuh dan ia jadi tertinggal oleh peserta yang lain. Spontan lalu ia menangis karena mungkin ia merasa telah kehilangan harapan untuk menang karena terjatuhnya itu. Diluar dugaan ada peserta yang mengetahui bahwa ada peserta lain yang terjatuh lalu iapun melihat kebelakang dan akhirnya menghentikan larinya. melihat yang ia lakukan akhirnya satu persatu peserta lainpun berhenti untuk mengetahui apa yang terjadi. Akhirnya merekapun berbalik dan mendekati peserta yang terjatuh tadi. Para penontonpun bingung dengan yang mereka lakukan.

Setelah dekat dengan peserta yang terjatuh tersebut, ternyata… mereka datang untuk mengulurkan tangan mereka menarik temannya yang terjatuh untuk bangkit dan akhirnya mereka berlari bersama-sama bergandengan tangan menuju garis finish.

Seluruh penonton pun bertepuk dan bersorak melihat apa yang terjadi saat itu. sebuah pemandangan yang sangat indah dan mengharukan. Bukankah ini yang kita Impikan? tetapi sering kita abaikan. Sebuah kemenangan yang sesungguhnya… kemenangan yang sejati… KEMENANGAN UNTUK SEMUA…