Cara memelihara sikap mental positif; #2 (lanjutan)


Akhirnya… setelah agak lama tidak memposting tulisan, saya penuhi janji saya untuk menuliskan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang cara memelihara sikap mental positif. Oke, sekarang kita lanjutkan…

3. Berpikir kebalikan, Temukan hikmah dari setiap kejadian.

Sikap mental yang positif akan mendorong kita untuk selalu lebih baik dan menjadi lebih kreatif. Diluar sana, hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan  jauh lebih banyak dari pada yang bisa kita kendalikan. Setiap saat hampir selalu terjadi hal-hal yang tak kita inginkan. Sering kita tidak mengerti apa yang terjadi dengan diri kita. Terkadang mungkin akan membawa kita pada pertanyaan “mengapa begini?” atau ”mengapa terjadi seperti itu?”. Hal itu sah sah saja sepanjang pertanyaan tersebut bukanlah untuk meratapi kejadian buruk yang terjadi tetapi untuk menemukan hikmah dibalik kejadian tersebut.

Orang dengan sikap mental positif, selalu dapat menanggapi apapun yang terjadi dengan mencari suatu hikmah dibalik setiap kejadian secara kreatif. Karena semua pasti ada hikmahnya. Orang dengan sikap mental positif selalu berpikir secara antisipatif dan melihat segala sesuatu lebih dekat dengan kacamata yang positif. Orang yang selalu berpikir dengan hikmah tidak pernah mengabaikan kesempatan yang ada.

Pada prakteknya orang dengan sikap mental positif akan menanggapi kejadian buruk dengan berfikir kebalikan dari pada umumnya pandangan orang. Tidak perduli apa yang terjadi. Ia selalu peduli pada ada apa sebenarnya dibalik itu, apa sisi positifnya dan harus ia temukan, harus. Karena bisa jadi  kita tidak menyukai sebuah kejadian padahal efeknya baik buat kita. Dan bisa jadi pula kita menyukai sebuah kejadian padahal bernilai negative pada diri kita. Misalnya kejadian krisis moneter pada tahun 1997-1998. banyak yang berpendapat bahwa perekonomian Indonesia akan hancur lebur. Rakyat kecil akan semakin susah, pengangguran meningkat kemiskinan akan berlipat ganda. Apakah benar demikian? Ya pada awalnya sampai akhirnya kejadian ini mendorong banyak orang untuk berbuat lebih baik lagi. Bekerja lebih giat dan lebih kreatif. Dan ternyata disisi lain krisis moneter justru mengangkat harkat para petani dan pemilik kebun kecil. Pendapatan mereka meningkat beberapa kali lipat.

Saya ingat fenomena para transmigran di daerah saya, yang tadinya mereka tidak punya televisi dan motor justru pada saat krismon mereka jadi bisa beli tv, motor dan apapun yang mereka inginkan. Para pedagangpun hampir tidak terkena imbasnya karena harga pasar segera menyesuaikan dengan kondisi. Yang mungkin terlihar makin repot adalah para pegawai negeri yang kenaikan gajinya tidak sesuai karena bergantung pada kebijakan pemerintah. Juga para pengusaha yang kurang kreatif dan belum memiliki sikap mental yang positif hingga akhirnya gulung karpet.

Contoh lain adalah ketika gempa bumi terjadi di Jogja. banyak pengamat pendidikan yang berfikir jumlah mahasiswa baru akan menyusut drastis. Image jogja sebagai kota pendidikan akan kalah dengan ketakutan orang akan bencana alam. Banyak perguruan tinggi yang khawatir akan kelangsungannya terutama perguruan tinggi swasta. Namun saya kagum ketika mengetahui bahwa ada sebuah perguruan tinggi yang menanggapi kejadian ini dengan positif. Untuk memotivasi, pimpinan perguruan tinggi tersebut menyampaikan pada karyawannya, ”Kalau dulu saingan kita hanyalah perguruan-perguruan tinggi yang sejenis, sekarang kita punya tambahan saingan yaitu alam. Maka untuk mencapai hasil minimal sama dengan tahun sebelumnya maka  kita harus bekerja dua kali lebih keras dari sebelumnya” wal hasil perguruan tinggi ini mendapat mahasiswa lebih banyak dari tahun ke tahun. Diawali dari sebuah sikap mental positif.

Berbeda dengan orang yang tidak memiliki sikap mental positif. Walaupun sudah diperlihatkan hikmah didepan mata tetap saja mengeluh. Menilai kejadian bukan dari manfaat, tetapi hanya dari segi kepuasan, suka atau tidak suka. Sehingga wajar saja kalau hidup selalu menderita walau bergelimang harta.

Orang dengan sikap mental positif selalu bisa menemukan peluang dibalik ancaman. Selalu menemukan hikmah dari setiap kejadian karena semua itu pasti ada hikmahnya. Pasti!

4. Berbagi hal-hal positif dengan orang lain

Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Selain hukum tarik menarik ada juga yang disebut dengan hukum timbal-balik, mungkin semacam hukum karma bagi yang mempercayainya. Perbuatan itu seperti bola karet yang dilempar. Ketika menyentuh dinding atau lantai ia akan memantul balik kediri kita. Kuat atau tidaknya daya pantulnya bergantung pada keiklasan hati kita. Untuk itu perbanyaklah berbagi hal-hal positif sekecil apapun yang anda miliki. Iklhaskan hati anda maka kebaikan akan anda peroleh tanpa anda minta.

Dengan berbagi pengetahuan anda akan bertambah. Berbagi pengalaman, berbagi ilmu akan semakin memperkaya diri anda. Anda tidak akan pernah rugi. Belum pernah saya mendengar orang jatuh miskin karena berbagi, apalagi bila ia ikhlas.

Dengan berbagihal-hal yang positif yang kita miliki maka kita akan semakin positif karena akan kembali lagi pada diri kita.

5. Sederhanakan Masalah

Masalah adalah hal yang pasti kita hadapi. Hidup tanpa masalah adalah suatu hal yang mustahil. Karena masalahlah yang membuat hidup ini jadi lebih hidup. Masalahlah yang akan mendewasakan kita dan dari waktu kewaktu masalah yang kita hadapi akan semakin sulit sesuai dengan tingkat kemampuan kita. Ibaratnya seperti saat kita bersekolah. Setelah belajar satu semester di penghujungnya akan ada ujian semester dan ada ujuan kenaikan kelas. Ujian untuk siswa kelas satu tidak akan mungkin sesulit ujiannya siswa kelas 3 dan soal ujian untuk anak kelas 6 pasti tingkat kesulitannya akan lebih dari soal ujian untuk siswa kelas 4. Begitulah perumpamaan masalah dalam kehidupan kita.

Masalah yang lebih sulit menandakan bahwa sesungguhnya kita sedang diuji oleh Sang Maha Pencipta untuk naik ke level yang lebih tinggi dalam kehidupan ini. Soal ujian itu untuk dikerjakan, maka masalah itu juga untuk dihadapi dan diselesaikan. Bukan untuk dikeluh kesahkan apalagi akhirnya lari dari masalah.

Lalu mengapa banyak orang mengeluh dan putus asa ketika mendapatkan masalah. Ternyata permasalahannya bukanlah dari apa masalah yang dihadapi, namun yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi masalah. Dalam permasalahan yang sama sikap orang bisa berbeda dan hasilnyapun akan berbeda pula. Sama-sama mengalami kemacetan di jalan raya tetapi tindakan orang berbeda-beda, ada yang menekan klakson terus menerus, ada yang sambil teriak-teriak dengan orang didepannya, ada yang tenang saja sambil mendengarkan musik atau berita di radio tape mobilnya. Ada juga yang memanfaatkan waktu dalam kemacetan untuk membaca menambah ilmu. Masalahnya sama tapi sikapnya berbeda-beda.

Sewaktu jaman di sekolah dasar dulu, saya ingat guru saya mengajarkan pelajaran matematika (terimaksih untuk semua guru saya). Dalam menyesaikan soal pembagian dan bilangan pecahan ada yang namanya menyederhanakan bilangan. Dengan menyederhanakan bilangan kita menjadi lebih mudah dalam menyelesaikan soal. Inilah sebenarnya rumus untuk menghadapi masalah apapun juga. Disederhanakan!!!.

Misalnya ketika Anda berjalan lalu mengijak paku hingga kaki Anda berdarah. Anda punya pilihan beberapa. Mengusut dari mana asal paku tersebut sehingga Anda bisa meminta ganti rugi biaya pengobatan karena Anda khawatir paku itu akan menyebabkan kaki Anda kena infeksi dan pengobatannya akan jadi mahal. Ya kalau Anda berhenti sampai disitu saja. Karena ada jenis orang yang berfikirnya terlalu jauh kedepan tapi mengada-ada ” Jangan jangan kaki saya nantinya harus diamputasi?”. pilihan lainnya adalah membiarkan paku itu tetap dijalan agar ada orang lain yang terkena sehingga merasakan juga apa yang Anda rasakan. Atau Anda singkirkan kemudian paku itu agar tidak mengenai orang lain, lalu Anda pulang atau ke puskesmas untuk mengobati luka sambil dicamkan dalam hati ”Berarti saya harus lebih berhati-hati selanjutnya”. Sudah, masalah selesai. Berfikir sederhana saja.

Hidup itu sudah sulit, jangan ditambah rumit dengan mempersulit diri sendiri. Sederhanakanlah masalah dan hadapi rintangan dengan senyum penuh keikhlasan.

Orang yang memiliki sikap mental positif lebih pandai dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Karena ia selalu menyederhanakan masalah. Tetapi ingat, menyederhanakan masalah tidak sama dengan menyepelekan masalah. Karena sikap menyepelekan dapat membuat kita bertindak gegabah.

6. Tetapkan tujuan dengan jelas

Memiliki tujuan yang jelas ibarat memiliki sasaran ketika ingin menembak. Kalau sasaran sudah jelas maka kita jadi tahu kemana senapan harus diarahkan dan bila ditembakkan akan tepat sasaran. Minimal kalaupun meleset tidak akan jauh dari sasaran, kita tinggal melatih saja hingga mahir.

Coba bayangkan bila kita tidak punya target yang jelas. Kita tahu harus mencari sasaran tapi kita bingung apa bentuknya. Hasilnya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama kita asal tembak kalau melihat sesuatu yang bisa ditembak. Kalau kita dekati ternyata salah tembak bukan itu yang kita inginkan, kita lalu mencari sasaran lain. Kemungkinan kedua kita hanya menghabiskan waktu untuk mencari-cari sasaran yang belum jelas. Dua-duanya kemungkinan yang merugikan, rugi sumberdaya serta tenaga dan yang paling buruk adalah rugi waktu.

Tujuan yang jelas membuat kita semangat untuk meraihnya sehingga sikap kita pun akan mejadi lebih positif dengan disadari atau tidak.

Tujuan dalam jangka panjang disebut juga cita-cita. Cita-cita juga harus jelas. Bercita-cita ’Menjadi orang sukses’ bagi saya termasuk cita-cita yang belum jelas, belum lengkap. Karena kalau ditanya apa parameternya menjadi orang sukses. Bagaimana bentuknya orang yang sukses maka anda akan bingung menjawabnya. Akan muncul banyak bentuk yang akhirnya anda bingung ingin seperti apa. Untuk itu tujuan yang jelas adalah dengan mengambil satu bentuk yang jelas. Ingin menjadi pengusaha toko komputer yang sukses atau ingin menjadi ilmuan ahli robotika. Itu baru lebih baik!

Iklan
Ditulis dalam Motivasi. 1 Comment »

Palestina dan Peringatan Isra’ Mi’raj


Tanggal 27 Rajab yang tahun ini bertepatan dengan 10 Juli kemarin diperingati sebagai hari dimana Rasulullah Muhammad SAW melakukan Isra’ da Mi’raj. Yaitu sebuah perjalanan dimalam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian dilanjutkan ke langit menuju Sidratul Muntaha. Didalam peristiwa ini juga perintah Sholat diturunkan, kita semua mungkin sudah hapal detail kisahnya. Setiap tahun pada tanggal yang sama peristiwa ini selalu diperingati oleh sebagian umat muslim diseluruh dunia. Sebahagian lagi menganggap peringatan ini adalah bid’ah dan tidak perlu untuk dilakukan. Namun demikian, di Indonesia hampir disetiap mesjid selalu diadakan acara khusus untuk memperingati Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW ini.

Sejarah Peringatan Isra’ Mi’raj

Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya. Sejak kapan peringatan peristiwa ini dilakukan? seperti halnya juga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga selalu diperingati.

Ada perbedaan pendapat yang muncul tentang kapan peringatan Isra’ Mi’raj mulai dilaksanakan. Namun yang jelas sepertinya para ulama telah bersepakat bahwa peringatan Isra’ Mi’raj (dan juga Maulid Nabi) tidak pernah dirayakan semasa Rasulullah SAW masih hidup dan masa para Sabat dan dua generasi berikutnya. Lalu kapan perayaan ini mulai diadakan?

Ada 2 pendapat yang berbeda tentang kapan umat Islam mulai memperingatinya.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa pelopor peringatan Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi SAW adalah Raja Mu’iz li Dinillah, seorang raja Dinasti Fathimiyyah yang berkuasa sejak tahun 362 H di Mesir.

Sebahagian lagi berpendapat bahwa perayaan ini dipelopori oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai dan dekat dihati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub. Banyak yang berpendapat bahwa sang Sultan memulai peringatan ini (Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj) untuk membangkitkan semangat jihad umat muslim guna merebut kembali Yerusalem dari kerajaan Salib yang telah merampas dengan kejam tanah yang sebelumnya telah dibebaskan oleh Umar Bin Khattab ini. Dimana disana terdapat tempat suci kedua bagi umat Islam.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa saat Pasukan Salib merebut Yerusalem sebelum akhirnya dibebaskan kembali oleh Sultan Salahuddin, mereka membunuh seluruh Muslim yang ada tidak terkecuali wanita dan anak-anak sehingga saat itu digambarkan jalan-jalan di Yerusalem banjir darah hampir semata kaki. Konon tanggal pembesan Yerusallem ini adalah 2 Oktober 1187 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 583 H. Saat pembebasan ini Sultan Salahuddin tidak membalas perbuatan Tentara salib sebelumnya dengan perbuatan yang sama. Tetapi ia justru membebaskan seluruh umat Yahudi dan Nasrani.

Mengapa Masjidil Aqsa?

Sedikit kita renungkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj mengapa Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan ke masjidil Aqsa terlebih dahulu? kenapa tidak dari masjidil Haram langsung ke Sidratul Muntaha? Alasannya adalah:

  1. Bahwa Nabi Muhammad adalah satu-satunya Nabi dari golongan Ibrahim AS yang berasal dari Ismail AS, sedangkan Nabi lainnya adalah berasal dari Ishaq AS. Inilah yang menyebabkan Yahudi dan Kristen menolak Nabi Muhammad, karena mereka melihat asal usul keturunannya (nasab). Alasan mereka itu sangat tidak ilmiah, dan kalau memang benar, mereka berarti rasialis, karena melihat orang itu dari keturunannya. Hikmah lainnya adalah, bahwa Nabi Muhammad berda’wah di Makkah, sedangkan Nabi yang lain berda’wah di sekitar Palestina. Kalau dibiarkan saja, orang lain akan menuduh Muhammad SAW sebagai orang yang tidak ada hubungannya dengan “golongan” Ibrahim dan merupakan sempalan. Bagi kita sebagai muslim, tidaklah melihat orang itu dari asal usulnya, tapi dari ajarannya.
  2. Hikmah berikutnya adalah, Allah dengan segala ilmu-Nya mengetahui bahwa Masjidil Aqsa adalah akan menjadi sumber sengketa sepanjang zaman setelah itu. Mungkin Allah ingin menjadikan tempat ini sebagai “pembangkit” ruhul jihad kaum muslimin. Kadangkala, kalau tiada lawan itu semangat jihad kaum muslimin “melemah” karena terlena, dan dengan adanya sengketa tersebut, semangat jihad kaum muslimin terus terjaga dan terbina.
  3. Berikutnya, Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 12, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung, karena pada saat itu da’wah Nabi sedang pada masa sulit, penuh duka cita. Oleh karena itulah pada peristiwa tersebut Nabi Muhammad juga dipertemukan dengan Nabi-nabi sebelumnya, agar Muhammad SAW juga bisa melihat bahwa Nabi yang sebelumnya pun mengalami masa-masa sulit, sehingga Nabi SAW bertambah motivasi dan semangatnya. Hal ini juga merupakan pelajaran bagi kita yang mengaku sebagai da’i, bahwa dalam kesulitan da’wah itu bukan berarti Allah tidak mendengar. (mengutip dari http://www.pks-jaksel.or.id/Article597.html)

Makna Peringatan Isra’ Mi’raj dan kondisi Palestina saat ini

Setiap tahun Isra’ Mi’raj selalu diperingati. Seluruh umat islam tahu dan hapal betul dengan kisah perjalanan ini. Namun pertanyaannya sekarang apakah seluruh umat islam tahu dan sadar dengan kondisi Masjidil Aqsa saat ini? Para Ustad dan penceramah selalu menguraikan dengan fasih kisah perjalanan Rasulullah SAW. Mengulang ayat-ayat dari surat Al-Isra’ setiap tahunnya. Namun sayang, sangat jarang sekali kita mendengar dalam kajian-kajian tersebut diceritakan juga kondisi Masjidil Aqsa saat ini yang sangat menyedihkan.  Padahal masjidil Aqsa adalah bagian dari Isra’ Mi’raj itu sendiri.

Apakah seluruh umat Islam yang selalu memperingati Isra’ Mi’raj setiap tahun ini tahu dan sadar bahwa tempat suci kedua bagi umat Islam yang juga menjadi tempat singgah Rasulullah SAW sebelum naik kelangit tersebut saat ini terancam hancur, roboh sedikit demi sedikit oleh penggalian yang sengaja dilakukan oleh israel dengan alasan ingin menemukan istana Sulaiman? Apakah seluruh umat isalam yang selalu memperingati Isra’ Mi’raj tahu bahwa tempat suci kedua tersebut selalu dilecehkan karena dijadikan museum dan tempat wisata oleh israel dimana setiap turis yang datang bebas keluar masuk mesjid tanpa besuci sementara umat muslim disana dilarang untuk sholat didalamnya?

Bangsa Muslim Palestina tempat dimana Masjidil Aqsa itu berdiri yang nota benenya adalah saudara-saudara kita seaqidah kini sedang mendapatkan kezaliman yang luar bisa kejinya,  apakah seluruh umat Islam tahu dan selalu diingatkan akan semua itu?

Peringatan Isra’ Mi’raj bukanlah sesuatu yang wajib, namun ini akan sangat baik manfaatnya bila ini dapat menumbuhkan keimanan dikalangan umat Islam, dan lebih dari itu juga dapat menumbuhkan semangat jihad kaum muslimin. Karena salah satu simbol dari Isra’ Mi’raj itu sendiri adalah Masjidil Aqsa yang berada di negeri Palestina saat ini sedang dinodai oleh zionis israel dan harus kita bela. Seharusnya dalam setiap peringatan Isra’ Mi’raj juga harus disampaikan kondisi Masjidil Aqsa dan Bangsa Palestina terkini. Agar umat ini selalu diingatkan tentang pentingnya persatuan antar sesama umat Islam dan dibakar semangat jihadnya untuk mengikuti jejak para pendahulunya yang telah memuliakan bumi Palestina dan Masjidil Aqsa. Agar lahir Salahuddin-Salahuddin lainnya yang akan membebaskan kembali tempat suci kedua yang pernah menjadi kiblat pertama bagi umat Islam tersebut.

Wallahua’lam bissawab.

Cara memelihara sikap mental positif


Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menyampaikan beberapa kiat agar kita dapat mempertahankan pikiran positif kita 🙂
Memang sangat susah membangun maupun menanamkan sikap mental positif pada diri kita. Paling tidak pada awalnya bila belum terbiasa dengan sikap mental yang positif. Karena banyak sekali faktor-faktor (noise) mempengaruhi setiap tindakan atau sikap yang kita lakukan. Lalu bagaimana caranya? Mungkin itu yang anda fikirkan. Tips berikut ini mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk selalu berpikiran positif.

1. Bergaul dengan lingkungan yang positif

Dalam kehidupan ini ada yang namanya hukun alam atau yang disebut juga Sunatullah, termasuk dalam hal hubungan sosial kita dengan orang lain. Ada yang namanya hukum tarik-menarik atau hukum ketertarikan, begitu juga sifat manusia. Yang saya maksudkan adalah sifat seseorang dan oranglain akan selalu saling mempengaruhi. Terlepas itu sifat baik atau sifat buruk, tergantung karakter mana yang lebih kuat. Bila kita memiliki karakter yang kuat lalu masuk dalam lingkungan yang lemah, maka kita akan menguatkan yang lemah. Tetapi bila kita belum kuat, kita akan terbawa semakin lemah dan sering kita tidak sadar kalau kita terpengaruh. Sepertinya berjalan secara alami begiu saja.

Begitupun sebaliknya. Bila kita lemah atau belum begitu kuat, lalu  kita masuk ke dalam lingkungan yang kuat maka kita akan semakin kuat. Karena hukumnya kita mempengaruhi atau kita dipengaruhi.

Cara termudah bagi anda untuk selalu berfikiran atau memiliki sikap mental positif adalah bergaul dengan orang orang yang memiliki sikap mental positif pula. Tanpa anda sadari pikiran anda akan terjaga dari hal-hal yang negatif dan lambat laun kita akan terbiasa untuk selalu befikir positif. Istilahnya mungkin sudah Anda dengar sebelumnya “Kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan kecripatan harumnya dan kalau kita bergaul dengan pandai besi, kita akan kecripatan juga bau gosongnya.” Tapi bukan bermaksud merendahkan profesi pandai besi lho!

Lalu bagaimana kalau kita tidak bisa meninggalkan lingkungan kita yang negatif. Bagaimanapun caranya kita harus tetap memiliki lingkungan yang positif. Keseimbangan harus dijaga. Jika memang lingkungan negatif tidak bisa benar-benar ditinggalkan, maka Anda harus mengatur alokasi waktu Anda untuk berada dilingkungan yang positif harus Anda perbanyak. Agar pengaruh positif tetap lebih banyak dari pengaruh negatif. Ketika anda masuk ke lingkungan yang negatif, besar sekali kemungkinannya nilai-nilai positif Anda akan tereduksi. Untuk itu dilain waktu kita perlu kembali ke lingkungan yang positif untuk mengembalikan yang tereduksi tadi. Ibarat handphone harus di recharge lagi. Jangan terlalu sombong, merasa sudah kuat sehingga merasa tidak perlu lagi untuk selalu memperkuat diri Anda.

Sekeras kerasnya batu bila ditetesi air terus menerus, lambat laun akan berlubang juga. Kecuali ada yang menutupinya.


2.
Perkaya diri dengan input yang positif

Ada satu kalimat yang saya sukai untuk menggambarkan watak seseorang. “Teko hanya mengeluarkan isi teko apa adanya. Bila isinya kopi maka akan keluar kopi dan bila isinya susu maka akan keluar susu pula” anda tahu maksudnya bukan? Ya… tidak mungkin teko yang diisi dengan air putih biasa akan mengeluar teh manis. Artinya, apa yang dikeluarkan tergantung apa yang dimasukkan kedalam teko.

Jika teko dibaratkan diri kita, maka isi teko adalah isi dalam otak atau pikiran kita dan isi dalam hati kita. Apa yang kita katakan adalah cerminan apa yang ada dalam otak dan hati kita. Maka tidak salah bila orang menilai kefahaman , kebaikan, sikap dan isi hati seseorang dari apa yang ia katakan dan dari apa yang dia lakukan. Apa yang ada dalam pikiran merupakan hasil dari input yang  terjadi selama kita hidup. Baik input yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari.

Yang saya maksud dengan input yang tidak kita sadari adalah input yang masuk tanpa kita inginkan atau kita rencanakan. Misalnya pengaruh keluarga, orang tua dan saudara yang kita alami sejak kecil, pengaruh teman-teman, lingkungan sekolah dan masyarakat adalah contoh hal-hal yang akan memberi input kepada kita yang cenderung tidak kita sadari, terutama pada masa kecil kita. Walaupun setelah dewasa kita juga dapat mengaturnya sesuai dengan keinginan kita.

Nah, sebuah pemahaman dan pemikiran yang ada dalam diri kita, masuk kedalam otak melalui alat input berupa alat indra. Terutama mata dan telinga. Apa yang kita lihat, tonton, baca dan dengar, itulah yang akan menjadi isi dalam pikiran dan hati kita. Wujud output atau keluarannya adalah apa yang kita katakan dan lakukan. Input dan output pastilah sejalan. Untuk itu mulai saat ini kita harus bisa memilih dan memilah secara lebih selektif apa-apa yang masuk dalam diri kita.

Hindari bacaan-bacaan yang negatif, tontonan-tontonan yang negatif dan dialog atau diskusi tentang hal-hal yang negatif seperti gosip dan sebagainya. Kalau toh anda terpaksa untuk membaca hal-hal yang negatif untuk sebuah pembelajaran, maka dahulukan baca yang positif supaya anda bisa membandingkan dan tidak langsung pada penerimaan apa adanya. Karena orang cenderung lebih menerima hal-hal baru pada pertama kali ia menemukannya.

Kalau anda ingin punya kepribadian yang baik, menjadi seorang penulis atau ingin menjadi pembicara ulung, perbanyaklah membaca buku-buku tentang pengembangan diri, kepemimpinan, motivasi dan buku-buku sejenisnya. Kata-kata yang berbobot, hanya akan keluar dari bacaan-bacaan yang berbobot pula.

Perihal input ini, menurut penelitian bahwa input yang berbentuk gambar terlebih dengan visualsasi multimedia lebih membekas 50% lebih diingat dari pada tulisan yang hanya 10%. Bahkan bila kita telah melakukannya dan telah menjadi pengalaman maka akan lebih membekas lagi dalam ingatan kita hingga 90%. Lebih lengkapnya untuk melihat pengaruh rata-rata metode penyampaian informasi terhadap diri kita dapat anda lihat pada grafik daya serap informasi berikut ini.

Grafik daya serap terhadap Informasi

Jika anda ingin memiliki sikap mental positif, maka perkaya diri anda dengan hal-hal yang positif. Maka Anda akan menjadi positif.

Nah, untuk sementara sampai disini dulu tipsnya ya…  Masih ada beberapa tips lagi yang mau saya sharingkan tapi akab kita bahas pada postingan berikutnya.

🙂

Orang Yang Berfikir Positif Memiliki Energi Lebih Besar


Pada artikel saya sebelumnya ada seorang sahabat yang berkomentar begini “yg susah kl gagal trs jadinya susah berpikiran psitif,..” memang benar, terkadang ini mudah diteory tetapi ketika kita mengalami masalah yang berat atau dalam tekanan, menjadi sulit untuk dipraktekkan. Bagaimanapun juga saya sangat yakin dengan istilah kekuatan pikiran. ”The power of positive thinking”.  Saat pikiran kita dipenuhi oleh hal-hal positif, kita akan merasa lebih lega, lebih fresh. Kita bisa berfikir dengan jernih. Sehingga energi kita akan kita curahkan kearah yang tepat. Energi kita tidak ada yang terbuang sia-sia, sehingga ketika kita bertindak energi tesebut dapat keluar dengan maksimal sesuai yang kita inginkan.

Pikiran yang negatif akan mempengaruhi rasa percaya diri. Sehingga ketika kita bertindak, kita akan berindak dengan ragu-ragu, setengah-setengah dan sudah pasti hasilnya tidak akan optimal karena energi yang kita keluarkan juga tidak optimal. Bisa jadi energi kita sudah kita curahkan untuk memikirkan hal-hal yang tidak kita kuasai. Karena berfikir positif juga artinya adalah berfikir solusi bukan berfikir masalah.

Kalau Anda lebih banyak bertanya ”mengapa?” ini adalah ciri-ciri orang yang berfikir masalah. Termasuk orang yang memiliki sikap mental yang negatif. Anda akan menggunakan energi Anda unuk memikirkan masalah yang akhirnya tidak menemukan solusinya. Tetapi bila Anda lebih banyak bertanya ”bagaimana?” nah, ini dia sebuah pertanyaan yang muncul dari sebuah sikap mental yang positif. Itu sama artinya Anda ingin memposisikan diri Anda sebagai solusi bukan sebagai masalah. Sehingga energi Anda pun akan Anda curahkan untuk mencari solusi dari permasalahan. Bukan masalah dari sebuah solusi. Karena masalah akan selalu hadir. Selagi kita masih hidup masalah tidak akan selesai karena masalahlah yang akan mendewasakan kita. Dan setiap masalah selalu ada solusinya, itu pasti. Nah, hanya orang-orang yang memiliki dasar pikiran yang positiflah yang dapat melihat dan menemukan solusi dengan cermat.

Pikiran yang positif juga akan berpengaruh pada kesehatan kita. Disadari atau tidak, tubuh kita bergerak sesuai dengan pikiran kita. Entah itu pikiran sadar atau pikiran bawah sadar.  Menurut sebuah riset kedokteran 90% penyakit muncul akibat stres. Stres itu sendiri termasuk dalam penyakit pikiran yang berakibat pada penurunan daya tahan tubuh.

Pikiran-pikiran negatif dapat membuat otak menjadi ruwet dan menimbulkan stres. Stres secara otomatis akan menyebabkan kekebalan zat anti body dalam tubuh kita menjadi menurun dan akhirnya kita mudah terserang penyakit. Kalau anda tidak percaya silahkan anda buktikan. Berpikir negatiflah setiap hari. Apapun yang Anda alami siapapun yang anda temui. Pikirkanlah sisi negatifnya. Saya jamin, dalam beberapa hari, maksimal satu minggu anda akan sakit. Bahkan mungkin terkena berbagai macam penyakit, entah itu flu, diare, gatal-gatal, batuk dan lain-lainnya.

Oya, hati-hati juga dengan kata ”stres”. Jangan mudah berkata ”saya stres” karena secara tidak sadar anda memprogram pikiran anda untuk stres. Terus terang saya miris dengan banyak teman-teman saya. Padahal masih sama-sama muda. Tapi sering bilang ”Waduh mana tugas menumpuk banyak sekali, bikin jadi streeess aja” padahal dikerjakan saja belum. Energinya banyak terbuang hanya untuk memikirkan pekerjaan yang setumpuk daripada untuk mengerjakannya dan itu saja sudah membuat stress.

Saya jadi bepikir ” Wah kasihan sekali, masih muda sudah stress, nanti tua dikit udah kena stroke kayaknya tuh, tidak bisa menikmati hidup yang begitu indah”.

Untuk itu kita perlu selalu menjaga pikiran positif pada diri kita. Karena Positif Thinking adalah dasar menumbuhkan Positif Feeling yang akan membawa kita pada Positif Action.

Bagaima kiat-kiat menjaga pikiran positif? akan saya bahas pada tulisan selanjutnya.

c-u 🙂

MEMILIKI SIKAP MENTAL POSITIF


Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan, bila kita pikir kita bisa maka kita pasti bisa, tapi kalau kita pikir kita tidak bisa, maka kita akan benar benar tidak bisa. Ini adalah pilihan. Sebelum Anda melakukan sesuatu Anda akan memikirkannya terlebih dahulu dan pilihannya adalah Anda akan berpikir positif atau akan berfikir negatif. Ini akan sangat menentukan bagaimana tubuh Anda akan bergerak dan potensi apa yang akan keluar. Karena tindakan kita akan sangat dipengaruhi pikiran kita.

Untuk itu pikiran yang positif akan berdampak positif pula pada diri kita. Kita akan lebih semangat, lebih optimis dan lebih percaya diri kalau pikiran kita positif. Potensi yang kita miliki akan keluar dengan optimal. Sebaliknya, kita akan mudah menyerah, minderan dan menjadi malas kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi pikiran negatif.

Lalu apakah sikap mental itu? Menurut Profesor Edwood Chapman, sikap mental adalah cara mengko-munikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Jika ekspresi kita kepada orang lain adalah ekspresi yang positif, maka kita dapat disebut sebagai orang dengan mental positif dan sebaliknya apabila ekspresi kita kepada orang lain negatif maka kita disebut orang yang bersifat mental negatif.

Bila kita berpikir bisa

maka kita pasti akan bisa

Tetapi kalau kita berpikir tidak bisa

Maka kita benar- benar tidak akan bisa.

SO………selalulah berpikir positif

KITA akan  lebih semangat, Lebih optimis,

Lebih percaya diri

Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga sikap kepada diri sendiri serta lingkungan dan keadaan. Sikap mental positif mendorong kita untuk mencapai tujuan dengan gigih dan bersemangat, ketika kita gagal dan terjatuh, kita masih dapat mengatakan “Ah ini cuma rintangan kecil saja. tujuan saya belum tercapai”. Kita pun mampu bangkit kembali dengan semangat dan senyum yang kita miliki.

Harus kita sadari bahwa siklus kesuksesan selalu diawali oleh sikap mental positif. Sikap mental positif diawali oleh pikiran yang positif. Hal ini akan membawa pada kekuatan otak dan akan membawa kita untuk melakukan tindakan yang benar. Sehingga akan melahirkan sebuah kesuksesan kecil. Kesuksesninilah yang kemuidan mempengaruhi rasa percaya diri kita. Pede kita akan muncul lalu akan mempengaruhi sikap mental kita kembali mempengaruhi tindakan hingga kita mendapatkan sukses yang lebih besar dan akan membawa pada kepercayaan diri yang lebih besar pula, begiu seterusnya. Secara singkat siklusnya dapat Anda lihat pada gambar berikut..

More than Winner, lebih dari sekedar menjadi juara


Lazimnya, seorang juara adalah yang memenangkan sebuah persaingan. Namun seorang juara sejati bukanlah yang hanya berorientasi pada kemenangan dirinya sendiri saja. Seorang Juara sejati haruslah bisa menjadi yang paling signifikan, memberikan kontribusi untuk orang lain. Seorang juara sejati adalah yang dapat menciptakan juara-juara berikutnya, bukan hanya menciptakan kejayaan untuk dirinya sendiri.

Bukanlah seorang Juara sejati jika ia menang dengan menghalalkan segala cara. Justru orang yang menang dengan menggunakan cara-cara culas itulah pecundang yang sebenarnya. Karena ia mendapatkan kemenangan dengan menggunakn cara-cara seperti seorang pengecut yang tidak pede dengan dirinya, bukan cara seorang Kesatria.

Mengalami kekalahan atau kegagalan dalam sebuah proses adalah hal yang biasa. Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kegagalan. Tetapi orang yang sukses adalah yang selalu bisa bangkit dari kegagalan.

Ada sebuah kisah dari arena Paralympic Games. Yaitu Olimpiade olah raga untuk orang-orang yang (maaf) cacat, baik itu buta, tidak punya tangan atau yang berjalan dengan kaki palsu.  Dalam cabang olah raga lari, para peserta sudah bersiap siap untuk berlari dan ketika tanda di bunyikan maka seluruh peserta langsung berlari menuju garis finish.

Tidak lama setelah start tiba-tiba seorang peserta terjatuh dan ia jadi tertinggal oleh peserta yang lain. Spontan lalu ia menangis karena mungkin ia merasa telah kehilangan harapan untuk menang karena terjatuhnya itu. Diluar dugaan ada peserta yang mengetahui bahwa ada peserta lain yang terjatuh lalu iapun melihat kebelakang dan akhirnya menghentikan larinya. melihat yang ia lakukan akhirnya satu persatu peserta lainpun berhenti untuk mengetahui apa yang terjadi. Akhirnya merekapun berbalik dan mendekati peserta yang terjatuh tadi. Para penontonpun bingung dengan yang mereka lakukan.

Setelah dekat dengan peserta yang terjatuh tersebut, ternyata… mereka datang untuk mengulurkan tangan mereka menarik temannya yang terjatuh untuk bangkit dan akhirnya mereka berlari bersama-sama bergandengan tangan menuju garis finish.

Seluruh penonton pun bertepuk dan bersorak melihat apa yang terjadi saat itu. sebuah pemandangan yang sangat indah dan mengharukan. Bukankah ini yang kita Impikan? tetapi sering kita abaikan. Sebuah kemenangan yang sesungguhnya… kemenangan yang sejati… KEMENANGAN UNTUK SEMUA…

Born to be Champion


Seandainya kita tahu, benar-benar sadar dan selalu ingat akan perjalanan hidup kita. Maka kita tidak akan begitu mudahnya patah semangat dan putus asa. Kita tidak akan takut untuk bersaing. Kita tidak akan mudah menyerah dalam berjuang.

Anda pasti tahu asal atau cikal bakal manusia sebelum dilahirkan bukan? Ya, yaitu proses bertemunya sel sperma dan ovum yang lalu berkolaborasi membentuk satu sel tunggal yang kemudian memperbanyak diri menjadi dua sel, empat dan seterusnya hingga menjadi sesosok janin di dalam rahim Ibu.

Sekarang prosesnya kita tarik mundur sedikit. Antara ovum dan sperma manakah yang paling dominan dalam pembentukan dasar seseorang?. Ternyata basicnya ada pada sel sperma dan ovum adalah penunjang dari sel sperma. Penelitian ilmiah telah mambuktikan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan oleh sel sperma bukan oleh ovum. Bisa dikatakan bahwa seluruh sel sperma adalah sel hidup yang berpotensi untuk menjadi cikal bakal janin. Laki-laki atau perempuan.

Pada saat terpancar ada sekitar 200juta sel yang keluar untuk satu tujuan, untuk menemukan pasangannya yaitu sel telur. Dan sudah pasti tidak semua akan mendapatkan pasangannya karena sel telur hanya ada satu atau kadang-kadang dua untuk calon bayi kembar tidak identik namun ini sangatlah jarang. Seluruh sel sperma tersebut mendapati kondisi medan yang sama, harus menempuh jalan yang panjang sebelum akhirnya bertemu dengan ovum. Mereka harus berlomba-lomba menjadi yang pertama sampai dalam rahim.

Namun sebelum itu dalam perjalanannya saja mereka sudah harus bersaing untuk memanfaat cairan yang mengandung glukosa yang terdapat pada dinding leher rahim untuk mengubahnya jadi energi, siapa yang terlambat dan tidak kebagian maka akan berguguran pada fase ini. Setelah berhasil melalui jalan panjang pun belum menjadi jaminan bagi sel sperma untuk hidup dan berhasil mendapatkan ovum. Ribuan sel sperma yan tersisa masih harus bersaing, mengerubungi satu ovum untuk berlomba menjadi yang pertama kali menembus dinding sel yang cukup tebal dan berkolaborasi dengan inti sel ovum. Hanya sel sperma yang paling gigih dan paling kuatlah yang kemudian berhasil. Dan ketika sudah ada satu sel sperma yang masuk maka akses untuk sel yang lain akan tertutup, dinding ovum akan menebal dan kesempatan untuk yang lain akan hilang dan sel sperma-sel sperma yang gagal akan mati dalam hitungan waktu.

“Setelah 9 bulan 10 hari Sang Juarapun lahir dengan tangan mengepal pertanda ia siap untuk melanjutkan perjuangannya”

Lalu siapakah pemenang itu? Itulah saya, itulah anda, itulah kita semua yang telah lahir ke dunia ini.

Coba anda bayangkan jika saat itu bukan anda dan bukan saya yang memenangkan persaingan dengan ratusan juta pesaing lainnya, maka anda tidak akan ada di dunia ini, mungkin akan ada orang lain yang akan lahir tapi bukan anda. Dan sekali lagi INGAT! Anda bukan hanya bersaing dengan beberapa puluh pesaing tetapi ratusan juta pesaing sudah anda kalahkan. Hampir sama jumlahnya dengan penduduk Indonesia tahun 2000, lebih dua kali lipat dari jumlah penduduk Jepang saat ini . Bahkan ketika anda seorang wanita, anda telah mengalahkan jutaan pria.

dan memenangkan persaingan. Maka seharusnya, tidak ada alasan untuk anda unuk mundur dari persaingan lomba karya ilmiah yang hanya di ikuti seratus peserta, tidak anda alasan unuk anda untuk berhenti bersaing menjadi rangking 1 di kelas yang hanya berisi 40 orang murid, tidak ada alasan bagi anda untuk berhenti dari persaingan apapun, hanya karena anda takut tidak berpeluang menang karena pesertanya banyak. Padahal jauh lebih sedikit dari pesaing anda dulu.

Sadarilah! Anda terlahir sebagai manusia unggul dengan keunggulan anda sendiri.

“Allah SWT telah menjadikan kita lahir sebagai yang terbaik. Jadi, berusaha yang terbaik adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Allah”

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Qur’an, 95:4)

Setiap bayi memiliki sikap mental seorang juara

Secara luar biasa, setiap orang mengalami pembelajaran yang luar biasa cepat pada 5 tahun pertama hidupnya. Dari tidak bisa apa-apa ia harus belajar berjalan lalu berlari. 90% kosa kata dasar dihapal pada umur hingga lima tahun. Sedangkan sisanya hingga usia dewasa orang hanya menambah 10%nya saja. Menghapal dan mengingat bentuk benda dan warna dengan cepat. Mempersiapkan semua keahlian dasar yang dibutuhkan untuk pembelajaran yang lebih tinggi pada saat ia menjelang dewasa.

Pertanyaannya adalah mengapa seorang bayi bisa belajar begitu cepat? Dari yang tadinya berdiripun tidak mampu seperti orang yang lumpuh tetapi akhirnya bisa berlari dengan riang. Yang tadinya hanya bisa menangis menjadi bisa bernyanyi dan berteriak dengan lantang.

Itu semua karena setiap bayi pada dasarnya memiliki sikap mental seorang juara sebagai fitrahnya. Apa saja sikap mental seorang juara itu?

Mental juara yang pertama adalah selalu bersemangat. Sewaktu masih balita kita tidak pernah melakukan sesuatu dengan bersedih atau merasa tertekan. Kita selalu semangat untuk berusaha dan tidak pernah malas malasan dalam mencoba. Ketika kita capek kita istrahat dan teridur tetapi kemudian berusaha lagi hingga kita bisa berjalan.

Mental juara yang kedua adalah selalu antusias. Seorang balita memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap yang ada disekelilingnya. Ia tidak takut apapun untuk mencoba dan berusaha tuntuk tahu dan untuk bisa. Tidak takut air tidak takut api, tidak takut pisau tidak takut hantu. Kalau toh nantinya jadi penakut, itu karena ditakut-takuti orng lain. Orang tuanyalah dan orang-orang di lingkungannyalah yang membuat ia takut. Ia selalu antusias untuk tahu dan untuk mencoba.

Mental juara yang ketiga adalah pantang menyerah. Kegagalan itu hal yang biasa, malah wajib hukumnya. Untuk mendapatkan sukses sejati haruslah merasakan kegagalan. Balita yang baru belajar berjalan saja tahu betul tentang artinya pantang menyerah. Tak perduli berapa kali ia terjatuh dan menangis. Ia pasti bangkit lagi dan mencoba lagi hingga berhasil. Coba anda bayang kan bila dulu saat anda masih belajar berjalan ketika anda sudah terjatuh beberapa kali lalu anda berfikir ” ah sudahlah, mungkin saya memang tidak berbakat untuk bisa jalan. Habis dari kemaren jatuh melulu, kan sakit” lalu anda memutuskan untuk berhenti berjalan. Sudah pasti saat ini anda tidak akan bisa jalan. Otot-otot anda akan mengecil hingga akhirnya tidak bisa menopang tubuh anda karena tidak pernah dipakai untuk berjalan dan akhirnya anda lumpuh. Anda bisa berjalan hingga saat ini, itu karena dulu anda memutuskan untuk belajar berjalan dan tidak akan menyerah sampai anda berhasil, sampai anda bisa berjalan dan berlari seperti orang-orang di sekeliling anda. Jangan anda berpikir, ”Ah… kan memang sudah begitu seharusnya, sudah sewajarnya anak kecil bisa ngomong dan bisa jalan. Itukan mudah dan itu biasa”. Asal tahu saja kesulitan mempelajari dan menguasai bahasa verbal bagi balita sama sulitnya seperti mempelajari bahasa rusia bagi anda yang belum pernah sama sekali mendengar bahasa rusia atau bagi anda untuk mempelajari bahasa tagalog. Bahkan lebih sulit karena balita belum memiliki skill pendukung seperti orang dewasa.

Mental juara yang keempat yang dimiliki seorang balita adalah Confident. Ya rasa percaya diri. Apapun yang di lakukan, pede aja lagi… Contohnya adalah ketika seorang balita belajar berbicara. Ketika ingin menyampaikan sesuatu ia tidak bisa melafazkannya dengan benar paling Cuma bisa ngomong ”babugigabibagu” walaupun salah dan tidak bisa dimengerti orang lain, walaupun kadang ditertawakan dan di ejek kakak dia tetap berbicara dengan keras. Mungkin pikirnya, ”peduli amat omongan orang…”.

Mental juara yang kelima adalah Yakin, pasti bisa! Satu hal yang pasti, yang membuat kita akhirnya bisa berjalan bahkan berlari dan bisa berbicara bernyanyi dan melakukan aktivitas lain karena kita tidak pernah merasa bahwa kita akan gagal. Kita yakin kita akan bisa maka kita bisa. Kita yakin akan bisa seperti orang orang yang kita lihat maka kita lakukan dengan sebuah keyakinan, Pasti bisa!

Kini… setelah bertahun tahun berselang, bayi mungil itu sudah dewasa. Keinginannya bukan lagi untuk sekedar ingin bisa berjalan dan bisa berbicara. Ia memiliki cita-cita untuk diraih dan impian untuk diwujudkan. Tapi masihkah semangatnya seperti dahulu? Masihkah ia memiliki sikap mental seorang juara…