Memulai Dari Tujuan Akhir, Membangun Impian Yang S.M.A.R.T


Dalam buku 7 Habits of Highly Efective People, Steven Covey memperkenalkan istilah ”Start From The End of Mind” kita mulai dari tujuan akhir. Artinya agar hidup kita lebih baik kita harus menetapkan tujuan terlebih dahulu. Ini agar kita punya fokus yang jelas.

Sehingga, ketika kita sudah memiliki fokus tanpa disadari segenap potensi yang kita miliki akan tercurah pada tujuan tersebut. Tubuh kita, tenaga kita, pikiran kita dan hati kita akan bergerak dengan langkah pasti dan meyakinkan untuk meraih tujuan tersebut.

” Always dream and shoot higher than you

know you can do ”

Kekuatan impian

Sesungguhnya nilai dari suatu perbuatan tergantung dari niat yang dimiliki. Niat disini bukanlah sekadar maksud untuk apa kita melakukan, itu barulah tahapan atau level niat yang paling rendah. Niat sesungguhnya memiliki makna yang lebih luas lagi. Itulah yang harus kita sadari, bahwa niat bukan sekedar maksud, niat adalah motivasi, niat adalah tujuan, dan niat adalah impian, niat adalah cita-cita, niat adalah hasil akhir yang kita inginkan.

Untuk itu bila dalam melakukan suatu pekerjaan tidak cukup dengan memasang niat ala kadarnya lalu kita bilang pada diri sendiri ” ah… yang penting niat kita baik”. Ya, bisa jadi niat kita baik tetapi kalau niat kita pendek dan tidak jelas, sejelas-jelasnya. Maka tanpa kita sadari kita tidak akan optimal dalam mengeluarkan potensi kita, semangat kita menurun sehingga hasil akhirnya bisa ditebak, tidak maksimal.

Sadarilah, bahwa dalam hidup, kita perlu dan bahkan harus memiliki impian. Ini agar kita memiliki hidup yang bermakna, bukan hidup yang hanya sekedarnya saja. Karena impian akan memimpin kita bergerak kearah yang benar, bukan kearah yang salah. Impian dapat menjadi sumber energi yang ruaaarrr biasaa. Karena akan membuat kita mencurahkan semua potensi kita dengan benar.

Namun dalam menetapkan impian, kita harus tahu impian yang bagaimana yang akan membuat kita termotivasi untuk meraihnya dan impian mana yang membuat diri kita akhirnya malas untuk berusaha menggapainya. Karena jika salah dalam membuat impian, walaupun pada awalnya kelihatan baik danhebat, akan menyebabkan kita sulit untuk meraihnya. Orang yang memiliki impian yang sama, namun tidak lengkap dan salah dalam merangkainya bisa menentukan mana yang akan berhasil meraihnya dan mana yang tidak.

  Impian akan memimpin kita

bergerak ke arah yang benar,

 bukan ke arah yang salah.

Impian dapat menjadi sumber energi

 yang ruaaarrr biasaa.

Karena akan membuat kita

mencurahkan semua potensi kita dengan benar.

Impian itu harus S.M.A.R.T

Banyak teori-teori yang dikemukakan tentang bagaimana membuat impian yang baik. Namun dari semua rumus yang ada, saya lebih suka menggunakan rumus SMART. Jika Anda membuat impian, buatlah impian yang SMART atau Anda tidak akan bersemangat untuk meraihnya. Atau kalaupun Anda bersemangat untuk bergerak tetapi gerakan Anda bisa jadi kearah yang tidak benar.

Apa itu SMART? tak lain adalah kependekan dari Spesific, Measurable, Achievable (atau bagi sebahagian yang lain adalah Anthusiasable), Realistic atau Result oriented dan yang terakhir ialah Timing. Baiklah, untuk lebih jelasnya kita akan bahas ini satu persatu.

Spesifik. Artinya jelas. Jika Anda membuat impian buatlah impian yang spesifik. Baik itu untuk impian jangka pendek maupun impian jangka panjang Anda. Jangan membuat impian yang tidak jelas walaupun kelihatannya hebat namun masih biasa dan bersifat umum (dalam bahasa Jawa disebut masih grambyang.) Impian kita harus jelas dan spesifik atau kita sulit untuk meraihnya karena secara tidak disadaripikiran bawah sadar kita tidak tertarik untuk meraihnya karena membingungkan.

Tubuh kita sesungguhnya digerakkan  oleh pikiran dan kita memiliki 2  jenis pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar sudah jelas bekerja dengan kesadaran atau disaat kita dalam kondisi sadar kita bisa mengaturnya seketika. Sedangkan pikiran bawah sadar bekerja secara terus menerus bahkan disaat kita tidurpun akan tetap bekerja dan sesungguhnya pikiran bawah sadar itu bersifat sangat-sangat sadar dan lebih kuat dari pikiran sadar kita. Pikiran bawah sadar mengontrol gerakan otomatis tubuh kita sebanyak 88% sedangkan pikiran sadar hanya mengontrol gerakan manual dari tubuh kita yang hanya 12%.

Saya akan coba jelaskan hal di atas dengan contoh. Jika Anda ingin bangun pagi, sebenarnya  Anda bisa bangun jam berapapun tanpa harus menyalakan jam weker. Caranya adalah dengan memberi perintah pada diri sendiri sebelum kita memejamkan mata dan tertidur. Katakan saja dengan tegas dan penuh keyakinan pada diri kita ” Saya ingin bangun jam 3.30 subuh ”. Maka pada pada saat Anda tidur Anda pikiran bawah sadar kita akan menjaga instruksi tersebutsehingga pada waktu sekitar jam 3.30 pagi kita akan terbangun karena pikiran bawah sadar kita yang membangunkan kita.

Tetapi kalau kita memberi perintah yang tidak jelas atau tidak spesifik seperti misalnya ” saya ingin bangun besok pagi-pagi sekali”. Pikiran bawah sadar kita akan bingung menerjemahkan makna pagi-pagi sekali seperti yang diinginkan pikiran sadar kita sebelum tidur. Akibatnya ada dua kemungkinan. Kemungkinannya yang pertama kita akan sering bangun tengah malam hingga subuh, jam 1  kita bangun ketika kita sadar bukan ini yang kita inginkan kita  tidur lagi nanti jam 2  kita bangun lagi lalu tidur lagi lalu bangun  lagi jam setengah 3, dan  akhirnya kita malah bangun dengan kondisi capek karena tidur kita tidak nyenyak. Kemungkinan yang kedua, pikiran bawah sadar kita bisa menganggap perintah kita tidak jelas dan mengabaikan instruksi sehingga kita malah bangunnya kesiangan. Begitulah pikiran bawah sadar kita bekerja.

Jadi dalam membuat impianpun Anda harus spesifik. Saya tidak setuju bila ada orang yang bila ditanya ”Anda cita-citanya ingin jadi apa?” dia menjawab ”ingin jadi orang sukses” ini cita cita yang akan sulit di intepretesikan sehingga membuat kitasulit meraihnya dan akhirnya menjadi tidak semangat dalam mewujudkannya walau pun dengan tambahan ”sukses dunia akhirat”. Anda harus spesifikkan lagi  misalnya menjadi pengusaha, bahkan itupun kurang spesifik bisa dikhususkan lagi dengan menjadi pengusaha toko komputer, menjadi penulis buku motivasi, menjadi kepala rumah sakit dan lain-lain. Ini agar Anda dapat menyusun strategi pencapaiannya dengan jelas dan agar pikiran bawah sadar Anda membantu menggerakkan potensi yang Anda miliki dengan optimal.

Measurable. Artinya terukur. Ukuran ini penting sebagai parameter kesuksesan kita. Bagaimana kita akan tahu bahwa kita sudah sukses atau belum bila kita tidak punya ukuran kesuksesan kita sendiri. Setiap orang ukuran kesuksesannya pastilah berbeda-beda tetapi harus ada dan harus jelas.

Contoh cita cita yang terukur adalah lulus kuliah dengan IPK minimal 3,5. Memiliki perusahaan dengan 1000 orang karyawan dan omset minimal 2 milyar rupiah. Mendapatkan nobel fisika dan memiliki 10 hak paten, Dan lain-lain.

Dengan memiliki ukuran maka patokan kesuksesan kita akan jelas. Jika kita belum mendapatkan hasil seperti standar yang telah kita buat sendiri maka kita akan terpacu untuk bekerja lebih giat lagi. Selagi hasilnya tidak seperti yang kita harapkan maka kita tidak akan berhenti bekerja.

Bila kita tidak menetukan ukuran, maka tubuh dan pikiran kita bisa menjadi bingung. Bisa jadi kita akan terus bekerja tetapi kita tidak pernah merasa sukses. Lama kelamaan kita menjadi malas dan putus asa karena kita merasa ”kok nggak sukses-sukses ya?”. Atau kita malah menjadi lebih cepat berhenti karena sudah merasa sukses artinya cepat merasa puas. Baru mendapatkan hasil sedikit saja kita sudah merasa berhasil padahal mungkin belum seberapa potensi yang kita keluarkan.

Bagaimana bila target kita sudah tercapai? Buatlah target baru yang lebih menantang lagi agar kita lebih antusias untuk tetap bekerja dan berkarya. Selalu demikian, maka sukses demi sukses akan kita raih.

Ada yang memakai istilah Anthusiasable untuk mengganti kata Achievable. Hal ini juga baik menurut saya karena cita-cita haruslah membuat kita antusias dalam mencapainya. Dengan antusias berarti semangat kita akan membara dan kerja kita akan optimal. Saya suka memakai kedua-duanya. Achievable dan Anthusiasable. Dan memang, banyak penemuan-penemuan yang ada saat ini dulunya kebanyakan orang berfikir tidak achievable, sulit untuk dijangkau, tetapi kenyataannya bisa dan ada yang membuktikannya.

  Realistic. Artinya masuk akal. Jangan membuat impian yang tidak masuk akal. Artinya tidak mungkin bisa di capai. Seperti ingin mengawin silangkan ayam dengan kambing. Jelas tidak akan mungkin bisa karena melanggar hukum alam. Memang televisi, telpon genggam dulunya adalah hal yang  tidak realistis bagi kebanyakan orang. Tapi sesungguhnya adalah hal yang realistis bagi orang yang mengetahui dasar-dasarnya, sehingga mereka memiliki semacam intuisi bahwa ini pasti bisa di wujudkan. Jika Anda memiliki dasar semacam itu sehingga seperti melihat jalannya yang pasti. Bolehlah Anda membuat impian yang tidak realistis bagi kebanyakan orang tetapi realistis bagiAnda. Karena mungkin Anda berbakat menjadi seorang penemu. Tetapi ingat! Jangan mengada-ada atau Anda akan melakukan hal yang sia-sia. Anda harus juga Result Oriented. Berfikirlah tentang hasil yang akan dicapai.

  Timing. Maksudnya disini adalah tentukan waktunya. Kapan impian Anda harus tercapai? Tahun berapa? Saat Anda umur berapa? Dengan menentukan timing berarti kita membuat deadline, batasan untuk mencapainya. Harapannya dengan membuat deadline kita akan menjadi lebih mudah dalam mengatur strategi. Misalnya kita ingin perusahaan Garment kita menjadi yang terbesar di Asia pada tahun 2020, maka dari situ kita bisa membuat strategi turunan pada tahun 2010 menjadi yang terbesar di Indonesia dulu. Dan kemudian tahun 2015 menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Keuntungan lainnya bila kita menentukan timing adalah kita menjadi sadar akan waktu dan selalu berlomba-lomba dengan waktu. Semakin dekat waktunya kita semakin akan terpepet dan menjadi kepepet. Harapannya menjadi semakin terpacu. Bila sudah kepepet kita bisa mengeluarkan segenap kemampuan kita. Iya kan!

S = Spesifik
M = Measurable
A = Achievable/Anthusiasable
R = Realictic
T = Timing

Motivation Story: Selalu berfikir positif.


Saya tidak tau kisah ini nyata atau tidak, tetapi ini sangat menginspirasi saya. Saya menyadari bahwa berfikir positif itu adalah pilihan. Memiliki perasaan positif  itu adalah pilihan. Dan bertindak positif itu adalah pilihan.

***

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. Jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?”

Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada seseorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya.”

“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.

Kamu memilih bagaimana orang-orang di sekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata.

Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?”

Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

“Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”

“Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, “Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’.

“Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”

“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya.

“Di sana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. “Ya” jawabku.

Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak,

“Peluru!”

Di tengah tertawa mereka, aku katakan, “Aku memilih untuk hidup, Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.

Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Memang, motivasi bukanlah segalanya untuk beraktivitas, saya sangat sepakat itu. Tetapi saya juga sepakat bahwa segala yang kita lakukan berawal dari apa motif atau motivasinya.    Jadi jika kita ingin selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu, temukanlah apa yang menjadi motivasi terkuat bagi kita. Ada juga yang mengatakan bahwa segala sesuatu perbuatan itu tergantung niatnya. Temukanlah niat yang tepat dan kuat agar kita selalu bersemangat.

***

Semoga bermanfaat…

Meyakini Manfaat Meningkatkan Motivasi


Dalam Buku Quantum Learning karya Boby De Potter yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, ada satu cara untuk menemukan motivasi untuk belajar atau bisa juga kita katakan untuk melakukan sesuatu adalah dengan menemukan manfaat dari yang akan kita lakukan. Biasanya dengan menanyakan pertanyaan AMBAK pada diri sendiri. AMBAK adalah akronim dari Apa Manfaatnya BAgi Ku.

Dengan menemukan dan meyakini manfaat dari suatu pekerjaan, kita jadi meyakini bahwa yang kita lakukan tidak akan sia-sia sehingga kita lebih termotivasi untuk melakukannya. Semangat kita tidak akan kendur. Ini sama juga dengan mencari sisi positif terlebih dahulu maka secara disadari atau tidak, kita akan menerimanya dan akan melakukannya.

Tidak semua orang dapat meyakini manfaat ini dengan mudah walaupun ia telah mengetahuinya. Karena saat ini hampir segalanya di nilai dengan materi. Padahal manfaat tidak harus berupa uang tapi memiliki makna yang sangat luas sekali. Manfaat bisa berupa ilmu, persahabatan, pengetahuan, kasih sayang dan sebagainya. Intinya adalah menemukan dan meyakini manfaat yang kita peroleh dari setiap yang akan kita lakukan sehingga kita lebih termotivasi. Bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan karena kita jadi tahu bahwa kita tidak melakukan sesuatu yang sia-sia. Sehingga terjadi peningkatan diri baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Maka, bila Anda ingin bersemangat dalam hidup Anda cari dan temukan sendiri motivasi terkuat Anda. Tanyakan pada diri Anda kenapa harus melakukan ini? Kenapa harus melakukan itu? Untuk  siapa  Anda berusaha dan untuk apa hidup Anda?  Lakukanlah demi kebahagian Anda dan kebahagian orang-orang yang menyayangi Anda.

Buat diri Anda termotivasi. Karena orang yang termotivasi semangat juangnya tinggi, energinya besar, daya tahannya meningkat dan sulit untuk dikalahkan.

Cara memelihara sikap mental positif; #2 (lanjutan)


Akhirnya… setelah agak lama tidak memposting tulisan, saya penuhi janji saya untuk menuliskan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang cara memelihara sikap mental positif. Oke, sekarang kita lanjutkan…

3. Berpikir kebalikan, Temukan hikmah dari setiap kejadian.

Sikap mental yang positif akan mendorong kita untuk selalu lebih baik dan menjadi lebih kreatif. Diluar sana, hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan  jauh lebih banyak dari pada yang bisa kita kendalikan. Setiap saat hampir selalu terjadi hal-hal yang tak kita inginkan. Sering kita tidak mengerti apa yang terjadi dengan diri kita. Terkadang mungkin akan membawa kita pada pertanyaan “mengapa begini?” atau ”mengapa terjadi seperti itu?”. Hal itu sah sah saja sepanjang pertanyaan tersebut bukanlah untuk meratapi kejadian buruk yang terjadi tetapi untuk menemukan hikmah dibalik kejadian tersebut.

Orang dengan sikap mental positif, selalu dapat menanggapi apapun yang terjadi dengan mencari suatu hikmah dibalik setiap kejadian secara kreatif. Karena semua pasti ada hikmahnya. Orang dengan sikap mental positif selalu berpikir secara antisipatif dan melihat segala sesuatu lebih dekat dengan kacamata yang positif. Orang yang selalu berpikir dengan hikmah tidak pernah mengabaikan kesempatan yang ada.

Pada prakteknya orang dengan sikap mental positif akan menanggapi kejadian buruk dengan berfikir kebalikan dari pada umumnya pandangan orang. Tidak perduli apa yang terjadi. Ia selalu peduli pada ada apa sebenarnya dibalik itu, apa sisi positifnya dan harus ia temukan, harus. Karena bisa jadi  kita tidak menyukai sebuah kejadian padahal efeknya baik buat kita. Dan bisa jadi pula kita menyukai sebuah kejadian padahal bernilai negative pada diri kita. Misalnya kejadian krisis moneter pada tahun 1997-1998. banyak yang berpendapat bahwa perekonomian Indonesia akan hancur lebur. Rakyat kecil akan semakin susah, pengangguran meningkat kemiskinan akan berlipat ganda. Apakah benar demikian? Ya pada awalnya sampai akhirnya kejadian ini mendorong banyak orang untuk berbuat lebih baik lagi. Bekerja lebih giat dan lebih kreatif. Dan ternyata disisi lain krisis moneter justru mengangkat harkat para petani dan pemilik kebun kecil. Pendapatan mereka meningkat beberapa kali lipat.

Saya ingat fenomena para transmigran di daerah saya, yang tadinya mereka tidak punya televisi dan motor justru pada saat krismon mereka jadi bisa beli tv, motor dan apapun yang mereka inginkan. Para pedagangpun hampir tidak terkena imbasnya karena harga pasar segera menyesuaikan dengan kondisi. Yang mungkin terlihar makin repot adalah para pegawai negeri yang kenaikan gajinya tidak sesuai karena bergantung pada kebijakan pemerintah. Juga para pengusaha yang kurang kreatif dan belum memiliki sikap mental yang positif hingga akhirnya gulung karpet.

Contoh lain adalah ketika gempa bumi terjadi di Jogja. banyak pengamat pendidikan yang berfikir jumlah mahasiswa baru akan menyusut drastis. Image jogja sebagai kota pendidikan akan kalah dengan ketakutan orang akan bencana alam. Banyak perguruan tinggi yang khawatir akan kelangsungannya terutama perguruan tinggi swasta. Namun saya kagum ketika mengetahui bahwa ada sebuah perguruan tinggi yang menanggapi kejadian ini dengan positif. Untuk memotivasi, pimpinan perguruan tinggi tersebut menyampaikan pada karyawannya, ”Kalau dulu saingan kita hanyalah perguruan-perguruan tinggi yang sejenis, sekarang kita punya tambahan saingan yaitu alam. Maka untuk mencapai hasil minimal sama dengan tahun sebelumnya maka  kita harus bekerja dua kali lebih keras dari sebelumnya” wal hasil perguruan tinggi ini mendapat mahasiswa lebih banyak dari tahun ke tahun. Diawali dari sebuah sikap mental positif.

Berbeda dengan orang yang tidak memiliki sikap mental positif. Walaupun sudah diperlihatkan hikmah didepan mata tetap saja mengeluh. Menilai kejadian bukan dari manfaat, tetapi hanya dari segi kepuasan, suka atau tidak suka. Sehingga wajar saja kalau hidup selalu menderita walau bergelimang harta.

Orang dengan sikap mental positif selalu bisa menemukan peluang dibalik ancaman. Selalu menemukan hikmah dari setiap kejadian karena semua itu pasti ada hikmahnya. Pasti!

4. Berbagi hal-hal positif dengan orang lain

Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Selain hukum tarik menarik ada juga yang disebut dengan hukum timbal-balik, mungkin semacam hukum karma bagi yang mempercayainya. Perbuatan itu seperti bola karet yang dilempar. Ketika menyentuh dinding atau lantai ia akan memantul balik kediri kita. Kuat atau tidaknya daya pantulnya bergantung pada keiklasan hati kita. Untuk itu perbanyaklah berbagi hal-hal positif sekecil apapun yang anda miliki. Iklhaskan hati anda maka kebaikan akan anda peroleh tanpa anda minta.

Dengan berbagi pengetahuan anda akan bertambah. Berbagi pengalaman, berbagi ilmu akan semakin memperkaya diri anda. Anda tidak akan pernah rugi. Belum pernah saya mendengar orang jatuh miskin karena berbagi, apalagi bila ia ikhlas.

Dengan berbagihal-hal yang positif yang kita miliki maka kita akan semakin positif karena akan kembali lagi pada diri kita.

5. Sederhanakan Masalah

Masalah adalah hal yang pasti kita hadapi. Hidup tanpa masalah adalah suatu hal yang mustahil. Karena masalahlah yang membuat hidup ini jadi lebih hidup. Masalahlah yang akan mendewasakan kita dan dari waktu kewaktu masalah yang kita hadapi akan semakin sulit sesuai dengan tingkat kemampuan kita. Ibaratnya seperti saat kita bersekolah. Setelah belajar satu semester di penghujungnya akan ada ujian semester dan ada ujuan kenaikan kelas. Ujian untuk siswa kelas satu tidak akan mungkin sesulit ujiannya siswa kelas 3 dan soal ujian untuk anak kelas 6 pasti tingkat kesulitannya akan lebih dari soal ujian untuk siswa kelas 4. Begitulah perumpamaan masalah dalam kehidupan kita.

Masalah yang lebih sulit menandakan bahwa sesungguhnya kita sedang diuji oleh Sang Maha Pencipta untuk naik ke level yang lebih tinggi dalam kehidupan ini. Soal ujian itu untuk dikerjakan, maka masalah itu juga untuk dihadapi dan diselesaikan. Bukan untuk dikeluh kesahkan apalagi akhirnya lari dari masalah.

Lalu mengapa banyak orang mengeluh dan putus asa ketika mendapatkan masalah. Ternyata permasalahannya bukanlah dari apa masalah yang dihadapi, namun yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi masalah. Dalam permasalahan yang sama sikap orang bisa berbeda dan hasilnyapun akan berbeda pula. Sama-sama mengalami kemacetan di jalan raya tetapi tindakan orang berbeda-beda, ada yang menekan klakson terus menerus, ada yang sambil teriak-teriak dengan orang didepannya, ada yang tenang saja sambil mendengarkan musik atau berita di radio tape mobilnya. Ada juga yang memanfaatkan waktu dalam kemacetan untuk membaca menambah ilmu. Masalahnya sama tapi sikapnya berbeda-beda.

Sewaktu jaman di sekolah dasar dulu, saya ingat guru saya mengajarkan pelajaran matematika (terimaksih untuk semua guru saya). Dalam menyesaikan soal pembagian dan bilangan pecahan ada yang namanya menyederhanakan bilangan. Dengan menyederhanakan bilangan kita menjadi lebih mudah dalam menyelesaikan soal. Inilah sebenarnya rumus untuk menghadapi masalah apapun juga. Disederhanakan!!!.

Misalnya ketika Anda berjalan lalu mengijak paku hingga kaki Anda berdarah. Anda punya pilihan beberapa. Mengusut dari mana asal paku tersebut sehingga Anda bisa meminta ganti rugi biaya pengobatan karena Anda khawatir paku itu akan menyebabkan kaki Anda kena infeksi dan pengobatannya akan jadi mahal. Ya kalau Anda berhenti sampai disitu saja. Karena ada jenis orang yang berfikirnya terlalu jauh kedepan tapi mengada-ada ” Jangan jangan kaki saya nantinya harus diamputasi?”. pilihan lainnya adalah membiarkan paku itu tetap dijalan agar ada orang lain yang terkena sehingga merasakan juga apa yang Anda rasakan. Atau Anda singkirkan kemudian paku itu agar tidak mengenai orang lain, lalu Anda pulang atau ke puskesmas untuk mengobati luka sambil dicamkan dalam hati ”Berarti saya harus lebih berhati-hati selanjutnya”. Sudah, masalah selesai. Berfikir sederhana saja.

Hidup itu sudah sulit, jangan ditambah rumit dengan mempersulit diri sendiri. Sederhanakanlah masalah dan hadapi rintangan dengan senyum penuh keikhlasan.

Orang yang memiliki sikap mental positif lebih pandai dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Karena ia selalu menyederhanakan masalah. Tetapi ingat, menyederhanakan masalah tidak sama dengan menyepelekan masalah. Karena sikap menyepelekan dapat membuat kita bertindak gegabah.

6. Tetapkan tujuan dengan jelas

Memiliki tujuan yang jelas ibarat memiliki sasaran ketika ingin menembak. Kalau sasaran sudah jelas maka kita jadi tahu kemana senapan harus diarahkan dan bila ditembakkan akan tepat sasaran. Minimal kalaupun meleset tidak akan jauh dari sasaran, kita tinggal melatih saja hingga mahir.

Coba bayangkan bila kita tidak punya target yang jelas. Kita tahu harus mencari sasaran tapi kita bingung apa bentuknya. Hasilnya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama kita asal tembak kalau melihat sesuatu yang bisa ditembak. Kalau kita dekati ternyata salah tembak bukan itu yang kita inginkan, kita lalu mencari sasaran lain. Kemungkinan kedua kita hanya menghabiskan waktu untuk mencari-cari sasaran yang belum jelas. Dua-duanya kemungkinan yang merugikan, rugi sumberdaya serta tenaga dan yang paling buruk adalah rugi waktu.

Tujuan yang jelas membuat kita semangat untuk meraihnya sehingga sikap kita pun akan mejadi lebih positif dengan disadari atau tidak.

Tujuan dalam jangka panjang disebut juga cita-cita. Cita-cita juga harus jelas. Bercita-cita ’Menjadi orang sukses’ bagi saya termasuk cita-cita yang belum jelas, belum lengkap. Karena kalau ditanya apa parameternya menjadi orang sukses. Bagaimana bentuknya orang yang sukses maka anda akan bingung menjawabnya. Akan muncul banyak bentuk yang akhirnya anda bingung ingin seperti apa. Untuk itu tujuan yang jelas adalah dengan mengambil satu bentuk yang jelas. Ingin menjadi pengusaha toko komputer yang sukses atau ingin menjadi ilmuan ahli robotika. Itu baru lebih baik!

Ditulis dalam Motivasi. 1 Comment »

Cara memelihara sikap mental positif


Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya akan menyampaikan beberapa kiat agar kita dapat mempertahankan pikiran positif kita 🙂
Memang sangat susah membangun maupun menanamkan sikap mental positif pada diri kita. Paling tidak pada awalnya bila belum terbiasa dengan sikap mental yang positif. Karena banyak sekali faktor-faktor (noise) mempengaruhi setiap tindakan atau sikap yang kita lakukan. Lalu bagaimana caranya? Mungkin itu yang anda fikirkan. Tips berikut ini mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk selalu berpikiran positif.

1. Bergaul dengan lingkungan yang positif

Dalam kehidupan ini ada yang namanya hukun alam atau yang disebut juga Sunatullah, termasuk dalam hal hubungan sosial kita dengan orang lain. Ada yang namanya hukum tarik-menarik atau hukum ketertarikan, begitu juga sifat manusia. Yang saya maksudkan adalah sifat seseorang dan oranglain akan selalu saling mempengaruhi. Terlepas itu sifat baik atau sifat buruk, tergantung karakter mana yang lebih kuat. Bila kita memiliki karakter yang kuat lalu masuk dalam lingkungan yang lemah, maka kita akan menguatkan yang lemah. Tetapi bila kita belum kuat, kita akan terbawa semakin lemah dan sering kita tidak sadar kalau kita terpengaruh. Sepertinya berjalan secara alami begiu saja.

Begitupun sebaliknya. Bila kita lemah atau belum begitu kuat, lalu  kita masuk ke dalam lingkungan yang kuat maka kita akan semakin kuat. Karena hukumnya kita mempengaruhi atau kita dipengaruhi.

Cara termudah bagi anda untuk selalu berfikiran atau memiliki sikap mental positif adalah bergaul dengan orang orang yang memiliki sikap mental positif pula. Tanpa anda sadari pikiran anda akan terjaga dari hal-hal yang negatif dan lambat laun kita akan terbiasa untuk selalu befikir positif. Istilahnya mungkin sudah Anda dengar sebelumnya “Kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan kecripatan harumnya dan kalau kita bergaul dengan pandai besi, kita akan kecripatan juga bau gosongnya.” Tapi bukan bermaksud merendahkan profesi pandai besi lho!

Lalu bagaimana kalau kita tidak bisa meninggalkan lingkungan kita yang negatif. Bagaimanapun caranya kita harus tetap memiliki lingkungan yang positif. Keseimbangan harus dijaga. Jika memang lingkungan negatif tidak bisa benar-benar ditinggalkan, maka Anda harus mengatur alokasi waktu Anda untuk berada dilingkungan yang positif harus Anda perbanyak. Agar pengaruh positif tetap lebih banyak dari pengaruh negatif. Ketika anda masuk ke lingkungan yang negatif, besar sekali kemungkinannya nilai-nilai positif Anda akan tereduksi. Untuk itu dilain waktu kita perlu kembali ke lingkungan yang positif untuk mengembalikan yang tereduksi tadi. Ibarat handphone harus di recharge lagi. Jangan terlalu sombong, merasa sudah kuat sehingga merasa tidak perlu lagi untuk selalu memperkuat diri Anda.

Sekeras kerasnya batu bila ditetesi air terus menerus, lambat laun akan berlubang juga. Kecuali ada yang menutupinya.


2.
Perkaya diri dengan input yang positif

Ada satu kalimat yang saya sukai untuk menggambarkan watak seseorang. “Teko hanya mengeluarkan isi teko apa adanya. Bila isinya kopi maka akan keluar kopi dan bila isinya susu maka akan keluar susu pula” anda tahu maksudnya bukan? Ya… tidak mungkin teko yang diisi dengan air putih biasa akan mengeluar teh manis. Artinya, apa yang dikeluarkan tergantung apa yang dimasukkan kedalam teko.

Jika teko dibaratkan diri kita, maka isi teko adalah isi dalam otak atau pikiran kita dan isi dalam hati kita. Apa yang kita katakan adalah cerminan apa yang ada dalam otak dan hati kita. Maka tidak salah bila orang menilai kefahaman , kebaikan, sikap dan isi hati seseorang dari apa yang ia katakan dan dari apa yang dia lakukan. Apa yang ada dalam pikiran merupakan hasil dari input yang  terjadi selama kita hidup. Baik input yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari.

Yang saya maksud dengan input yang tidak kita sadari adalah input yang masuk tanpa kita inginkan atau kita rencanakan. Misalnya pengaruh keluarga, orang tua dan saudara yang kita alami sejak kecil, pengaruh teman-teman, lingkungan sekolah dan masyarakat adalah contoh hal-hal yang akan memberi input kepada kita yang cenderung tidak kita sadari, terutama pada masa kecil kita. Walaupun setelah dewasa kita juga dapat mengaturnya sesuai dengan keinginan kita.

Nah, sebuah pemahaman dan pemikiran yang ada dalam diri kita, masuk kedalam otak melalui alat input berupa alat indra. Terutama mata dan telinga. Apa yang kita lihat, tonton, baca dan dengar, itulah yang akan menjadi isi dalam pikiran dan hati kita. Wujud output atau keluarannya adalah apa yang kita katakan dan lakukan. Input dan output pastilah sejalan. Untuk itu mulai saat ini kita harus bisa memilih dan memilah secara lebih selektif apa-apa yang masuk dalam diri kita.

Hindari bacaan-bacaan yang negatif, tontonan-tontonan yang negatif dan dialog atau diskusi tentang hal-hal yang negatif seperti gosip dan sebagainya. Kalau toh anda terpaksa untuk membaca hal-hal yang negatif untuk sebuah pembelajaran, maka dahulukan baca yang positif supaya anda bisa membandingkan dan tidak langsung pada penerimaan apa adanya. Karena orang cenderung lebih menerima hal-hal baru pada pertama kali ia menemukannya.

Kalau anda ingin punya kepribadian yang baik, menjadi seorang penulis atau ingin menjadi pembicara ulung, perbanyaklah membaca buku-buku tentang pengembangan diri, kepemimpinan, motivasi dan buku-buku sejenisnya. Kata-kata yang berbobot, hanya akan keluar dari bacaan-bacaan yang berbobot pula.

Perihal input ini, menurut penelitian bahwa input yang berbentuk gambar terlebih dengan visualsasi multimedia lebih membekas 50% lebih diingat dari pada tulisan yang hanya 10%. Bahkan bila kita telah melakukannya dan telah menjadi pengalaman maka akan lebih membekas lagi dalam ingatan kita hingga 90%. Lebih lengkapnya untuk melihat pengaruh rata-rata metode penyampaian informasi terhadap diri kita dapat anda lihat pada grafik daya serap informasi berikut ini.

Grafik daya serap terhadap Informasi

Jika anda ingin memiliki sikap mental positif, maka perkaya diri anda dengan hal-hal yang positif. Maka Anda akan menjadi positif.

Nah, untuk sementara sampai disini dulu tipsnya ya…  Masih ada beberapa tips lagi yang mau saya sharingkan tapi akab kita bahas pada postingan berikutnya.

🙂

Orang Yang Berfikir Positif Memiliki Energi Lebih Besar


Pada artikel saya sebelumnya ada seorang sahabat yang berkomentar begini “yg susah kl gagal trs jadinya susah berpikiran psitif,..” memang benar, terkadang ini mudah diteory tetapi ketika kita mengalami masalah yang berat atau dalam tekanan, menjadi sulit untuk dipraktekkan. Bagaimanapun juga saya sangat yakin dengan istilah kekuatan pikiran. ”The power of positive thinking”.  Saat pikiran kita dipenuhi oleh hal-hal positif, kita akan merasa lebih lega, lebih fresh. Kita bisa berfikir dengan jernih. Sehingga energi kita akan kita curahkan kearah yang tepat. Energi kita tidak ada yang terbuang sia-sia, sehingga ketika kita bertindak energi tesebut dapat keluar dengan maksimal sesuai yang kita inginkan.

Pikiran yang negatif akan mempengaruhi rasa percaya diri. Sehingga ketika kita bertindak, kita akan berindak dengan ragu-ragu, setengah-setengah dan sudah pasti hasilnya tidak akan optimal karena energi yang kita keluarkan juga tidak optimal. Bisa jadi energi kita sudah kita curahkan untuk memikirkan hal-hal yang tidak kita kuasai. Karena berfikir positif juga artinya adalah berfikir solusi bukan berfikir masalah.

Kalau Anda lebih banyak bertanya ”mengapa?” ini adalah ciri-ciri orang yang berfikir masalah. Termasuk orang yang memiliki sikap mental yang negatif. Anda akan menggunakan energi Anda unuk memikirkan masalah yang akhirnya tidak menemukan solusinya. Tetapi bila Anda lebih banyak bertanya ”bagaimana?” nah, ini dia sebuah pertanyaan yang muncul dari sebuah sikap mental yang positif. Itu sama artinya Anda ingin memposisikan diri Anda sebagai solusi bukan sebagai masalah. Sehingga energi Anda pun akan Anda curahkan untuk mencari solusi dari permasalahan. Bukan masalah dari sebuah solusi. Karena masalah akan selalu hadir. Selagi kita masih hidup masalah tidak akan selesai karena masalahlah yang akan mendewasakan kita. Dan setiap masalah selalu ada solusinya, itu pasti. Nah, hanya orang-orang yang memiliki dasar pikiran yang positiflah yang dapat melihat dan menemukan solusi dengan cermat.

Pikiran yang positif juga akan berpengaruh pada kesehatan kita. Disadari atau tidak, tubuh kita bergerak sesuai dengan pikiran kita. Entah itu pikiran sadar atau pikiran bawah sadar.  Menurut sebuah riset kedokteran 90% penyakit muncul akibat stres. Stres itu sendiri termasuk dalam penyakit pikiran yang berakibat pada penurunan daya tahan tubuh.

Pikiran-pikiran negatif dapat membuat otak menjadi ruwet dan menimbulkan stres. Stres secara otomatis akan menyebabkan kekebalan zat anti body dalam tubuh kita menjadi menurun dan akhirnya kita mudah terserang penyakit. Kalau anda tidak percaya silahkan anda buktikan. Berpikir negatiflah setiap hari. Apapun yang Anda alami siapapun yang anda temui. Pikirkanlah sisi negatifnya. Saya jamin, dalam beberapa hari, maksimal satu minggu anda akan sakit. Bahkan mungkin terkena berbagai macam penyakit, entah itu flu, diare, gatal-gatal, batuk dan lain-lainnya.

Oya, hati-hati juga dengan kata ”stres”. Jangan mudah berkata ”saya stres” karena secara tidak sadar anda memprogram pikiran anda untuk stres. Terus terang saya miris dengan banyak teman-teman saya. Padahal masih sama-sama muda. Tapi sering bilang ”Waduh mana tugas menumpuk banyak sekali, bikin jadi streeess aja” padahal dikerjakan saja belum. Energinya banyak terbuang hanya untuk memikirkan pekerjaan yang setumpuk daripada untuk mengerjakannya dan itu saja sudah membuat stress.

Saya jadi bepikir ” Wah kasihan sekali, masih muda sudah stress, nanti tua dikit udah kena stroke kayaknya tuh, tidak bisa menikmati hidup yang begitu indah”.

Untuk itu kita perlu selalu menjaga pikiran positif pada diri kita. Karena Positif Thinking adalah dasar menumbuhkan Positif Feeling yang akan membawa kita pada Positif Action.

Bagaima kiat-kiat menjaga pikiran positif? akan saya bahas pada tulisan selanjutnya.

c-u 🙂

MEMILIKI SIKAP MENTAL POSITIF


Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan, bila kita pikir kita bisa maka kita pasti bisa, tapi kalau kita pikir kita tidak bisa, maka kita akan benar benar tidak bisa. Ini adalah pilihan. Sebelum Anda melakukan sesuatu Anda akan memikirkannya terlebih dahulu dan pilihannya adalah Anda akan berpikir positif atau akan berfikir negatif. Ini akan sangat menentukan bagaimana tubuh Anda akan bergerak dan potensi apa yang akan keluar. Karena tindakan kita akan sangat dipengaruhi pikiran kita.

Untuk itu pikiran yang positif akan berdampak positif pula pada diri kita. Kita akan lebih semangat, lebih optimis dan lebih percaya diri kalau pikiran kita positif. Potensi yang kita miliki akan keluar dengan optimal. Sebaliknya, kita akan mudah menyerah, minderan dan menjadi malas kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi pikiran negatif.

Lalu apakah sikap mental itu? Menurut Profesor Edwood Chapman, sikap mental adalah cara mengko-munikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Jika ekspresi kita kepada orang lain adalah ekspresi yang positif, maka kita dapat disebut sebagai orang dengan mental positif dan sebaliknya apabila ekspresi kita kepada orang lain negatif maka kita disebut orang yang bersifat mental negatif.

Bila kita berpikir bisa

maka kita pasti akan bisa

Tetapi kalau kita berpikir tidak bisa

Maka kita benar- benar tidak akan bisa.

SO………selalulah berpikir positif

KITA akan  lebih semangat, Lebih optimis,

Lebih percaya diri

Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga sikap kepada diri sendiri serta lingkungan dan keadaan. Sikap mental positif mendorong kita untuk mencapai tujuan dengan gigih dan bersemangat, ketika kita gagal dan terjatuh, kita masih dapat mengatakan “Ah ini cuma rintangan kecil saja. tujuan saya belum tercapai”. Kita pun mampu bangkit kembali dengan semangat dan senyum yang kita miliki.

Harus kita sadari bahwa siklus kesuksesan selalu diawali oleh sikap mental positif. Sikap mental positif diawali oleh pikiran yang positif. Hal ini akan membawa pada kekuatan otak dan akan membawa kita untuk melakukan tindakan yang benar. Sehingga akan melahirkan sebuah kesuksesan kecil. Kesuksesninilah yang kemuidan mempengaruhi rasa percaya diri kita. Pede kita akan muncul lalu akan mempengaruhi sikap mental kita kembali mempengaruhi tindakan hingga kita mendapatkan sukses yang lebih besar dan akan membawa pada kepercayaan diri yang lebih besar pula, begiu seterusnya. Secara singkat siklusnya dapat Anda lihat pada gambar berikut..