Palestina dan Peringatan Isra’ Mi’raj


Tanggal 27 Rajab yang tahun ini bertepatan dengan 10 Juli kemarin diperingati sebagai hari dimana Rasulullah Muhammad SAW melakukan Isra’ da Mi’raj. Yaitu sebuah perjalanan dimalam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian dilanjutkan ke langit menuju Sidratul Muntaha. Didalam peristiwa ini juga perintah Sholat diturunkan, kita semua mungkin sudah hapal detail kisahnya. Setiap tahun pada tanggal yang sama peristiwa ini selalu diperingati oleh sebagian umat muslim diseluruh dunia. Sebahagian lagi menganggap peringatan ini adalah bid’ah dan tidak perlu untuk dilakukan. Namun demikian, di Indonesia hampir disetiap mesjid selalu diadakan acara khusus untuk memperingati Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW ini.

Sejarah Peringatan Isra’ Mi’raj

Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya. Sejak kapan peringatan peristiwa ini dilakukan? seperti halnya juga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga selalu diperingati.

Ada perbedaan pendapat yang muncul tentang kapan peringatan Isra’ Mi’raj mulai dilaksanakan. Namun yang jelas sepertinya para ulama telah bersepakat bahwa peringatan Isra’ Mi’raj (dan juga Maulid Nabi) tidak pernah dirayakan semasa Rasulullah SAW masih hidup dan masa para Sabat dan dua generasi berikutnya. Lalu kapan perayaan ini mulai diadakan?

Ada 2 pendapat yang berbeda tentang kapan umat Islam mulai memperingatinya.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa pelopor peringatan Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi SAW adalah Raja Mu’iz li Dinillah, seorang raja Dinasti Fathimiyyah yang berkuasa sejak tahun 362 H di Mesir.

Sebahagian lagi berpendapat bahwa perayaan ini dipelopori oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai dan dekat dihati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub. Banyak yang berpendapat bahwa sang Sultan memulai peringatan ini (Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj) untuk membangkitkan semangat jihad umat muslim guna merebut kembali Yerusalem dari kerajaan Salib yang telah merampas dengan kejam tanah yang sebelumnya telah dibebaskan oleh Umar Bin Khattab ini. Dimana disana terdapat tempat suci kedua bagi umat Islam.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa saat Pasukan Salib merebut Yerusalem sebelum akhirnya dibebaskan kembali oleh Sultan Salahuddin, mereka membunuh seluruh Muslim yang ada tidak terkecuali wanita dan anak-anak sehingga saat itu digambarkan jalan-jalan di Yerusalem banjir darah hampir semata kaki. Konon tanggal pembesan Yerusallem ini adalah 2 Oktober 1187 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 583 H. Saat pembebasan ini Sultan Salahuddin tidak membalas perbuatan Tentara salib sebelumnya dengan perbuatan yang sama. Tetapi ia justru membebaskan seluruh umat Yahudi dan Nasrani.

Mengapa Masjidil Aqsa?

Sedikit kita renungkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj mengapa Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan ke masjidil Aqsa terlebih dahulu? kenapa tidak dari masjidil Haram langsung ke Sidratul Muntaha? Alasannya adalah:

  1. Bahwa Nabi Muhammad adalah satu-satunya Nabi dari golongan Ibrahim AS yang berasal dari Ismail AS, sedangkan Nabi lainnya adalah berasal dari Ishaq AS. Inilah yang menyebabkan Yahudi dan Kristen menolak Nabi Muhammad, karena mereka melihat asal usul keturunannya (nasab). Alasan mereka itu sangat tidak ilmiah, dan kalau memang benar, mereka berarti rasialis, karena melihat orang itu dari keturunannya. Hikmah lainnya adalah, bahwa Nabi Muhammad berda’wah di Makkah, sedangkan Nabi yang lain berda’wah di sekitar Palestina. Kalau dibiarkan saja, orang lain akan menuduh Muhammad SAW sebagai orang yang tidak ada hubungannya dengan “golongan” Ibrahim dan merupakan sempalan. Bagi kita sebagai muslim, tidaklah melihat orang itu dari asal usulnya, tapi dari ajarannya.
  2. Hikmah berikutnya adalah, Allah dengan segala ilmu-Nya mengetahui bahwa Masjidil Aqsa adalah akan menjadi sumber sengketa sepanjang zaman setelah itu. Mungkin Allah ingin menjadikan tempat ini sebagai “pembangkit” ruhul jihad kaum muslimin. Kadangkala, kalau tiada lawan itu semangat jihad kaum muslimin “melemah” karena terlena, dan dengan adanya sengketa tersebut, semangat jihad kaum muslimin terus terjaga dan terbina.
  3. Berikutnya, Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 12, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung, karena pada saat itu da’wah Nabi sedang pada masa sulit, penuh duka cita. Oleh karena itulah pada peristiwa tersebut Nabi Muhammad juga dipertemukan dengan Nabi-nabi sebelumnya, agar Muhammad SAW juga bisa melihat bahwa Nabi yang sebelumnya pun mengalami masa-masa sulit, sehingga Nabi SAW bertambah motivasi dan semangatnya. Hal ini juga merupakan pelajaran bagi kita yang mengaku sebagai da’i, bahwa dalam kesulitan da’wah itu bukan berarti Allah tidak mendengar. (mengutip dari http://www.pks-jaksel.or.id/Article597.html)

Makna Peringatan Isra’ Mi’raj dan kondisi Palestina saat ini

Setiap tahun Isra’ Mi’raj selalu diperingati. Seluruh umat islam tahu dan hapal betul dengan kisah perjalanan ini. Namun pertanyaannya sekarang apakah seluruh umat islam tahu dan sadar dengan kondisi Masjidil Aqsa saat ini? Para Ustad dan penceramah selalu menguraikan dengan fasih kisah perjalanan Rasulullah SAW. Mengulang ayat-ayat dari surat Al-Isra’ setiap tahunnya. Namun sayang, sangat jarang sekali kita mendengar dalam kajian-kajian tersebut diceritakan juga kondisi Masjidil Aqsa saat ini yang sangat menyedihkan.  Padahal masjidil Aqsa adalah bagian dari Isra’ Mi’raj itu sendiri.

Apakah seluruh umat Islam yang selalu memperingati Isra’ Mi’raj setiap tahun ini tahu dan sadar bahwa tempat suci kedua bagi umat Islam yang juga menjadi tempat singgah Rasulullah SAW sebelum naik kelangit tersebut saat ini terancam hancur, roboh sedikit demi sedikit oleh penggalian yang sengaja dilakukan oleh israel dengan alasan ingin menemukan istana Sulaiman? Apakah seluruh umat isalam yang selalu memperingati Isra’ Mi’raj tahu bahwa tempat suci kedua tersebut selalu dilecehkan karena dijadikan museum dan tempat wisata oleh israel dimana setiap turis yang datang bebas keluar masuk mesjid tanpa besuci sementara umat muslim disana dilarang untuk sholat didalamnya?

Bangsa Muslim Palestina tempat dimana Masjidil Aqsa itu berdiri yang nota benenya adalah saudara-saudara kita seaqidah kini sedang mendapatkan kezaliman yang luar bisa kejinya,  apakah seluruh umat Islam tahu dan selalu diingatkan akan semua itu?

Peringatan Isra’ Mi’raj bukanlah sesuatu yang wajib, namun ini akan sangat baik manfaatnya bila ini dapat menumbuhkan keimanan dikalangan umat Islam, dan lebih dari itu juga dapat menumbuhkan semangat jihad kaum muslimin. Karena salah satu simbol dari Isra’ Mi’raj itu sendiri adalah Masjidil Aqsa yang berada di negeri Palestina saat ini sedang dinodai oleh zionis israel dan harus kita bela. Seharusnya dalam setiap peringatan Isra’ Mi’raj juga harus disampaikan kondisi Masjidil Aqsa dan Bangsa Palestina terkini. Agar umat ini selalu diingatkan tentang pentingnya persatuan antar sesama umat Islam dan dibakar semangat jihadnya untuk mengikuti jejak para pendahulunya yang telah memuliakan bumi Palestina dan Masjidil Aqsa. Agar lahir Salahuddin-Salahuddin lainnya yang akan membebaskan kembali tempat suci kedua yang pernah menjadi kiblat pertama bagi umat Islam tersebut.

Wallahua’lam bissawab.

2 Tanggapan to “Palestina dan Peringatan Isra’ Mi’raj”

  1. Nursia Says:

    Semoga warga palestina diberi kesabarn n kekuatan…..
    Mari qt berjihad !!!

  2. Boy Says:

    semoga pelestina segera terbebas kembali…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: